Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Februari 2026, 23.55 WIB

Mantan Wasit Mark Clattenburg Dikecam usai Komentar Soal Insiden Rasisme yang Libatkan Vinicius Jr

Pemain Real Madrid Vinicius Junior. (ig @realmadrid) - Image

Pemain Real Madrid Vinicius Junior. (ig @realmadrid)

JawaPos.com–Pertandingan antara Real Madrid dan Benfica pada liga Champions di Lisbon seharusnya dikenang sebagai malam kemenangan tipis 1-0 bagi Los Blancos. Namun, yang tersisa justru kontroversi.

Laga leg pertama babak playoff Liga Champions Real Madrid vs Benfica itu berlangsung panas sejak awal. Tambahan waktu 12 menit di akhir pertandingan sudah cukup menggambarkan betapa tegangnya suasana. 

Pelatih Benfica Jose Mourinho sampai harus diusir ke tribun setelah menerima kartu kuning kedua karena keluar dari area teknisnya. Belum lagi, sejumlah benda dilemparkan ke lapangan oleh pendukung tuan rumah.

Namun, semua itu masih kalah besar dibanding insiden yang melibatkan Vinicius Junior. Gol indah pemain asal Brasil itu menjadi satu-satunya pembeda dalam laga tersebut.

Setelah menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan ke sudut atas gawang, Vinicius merayakan gol di depan pendukung lawan. Momen itu kemudian berubah panas ketika dia terlihat tersulut emosi akibat komentar dari pemain Argentina Gianluca Prestianni. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga melibatkan pemain dan staf pelatih dari kedua tim.

Tak lama setelah kejadian tersebut, Mark Clattenburg yang bertugas sebagai pakar wasit dalam siaran Amazon Prime Video ikut memberikan pandangan. Dia menduga adanya kemungkinan komentar rasis yang memicu reaksi Vinicius.

Melansir Give Me Sport, berbicara dalam siaran tersebut, Clattenburg memberi penjelaskan. ”Terjadi adu mulut antar pemain. Vinicius tidak senang dengan apa yang telah dikatakan. Wasit mengikuti protokol untuk komentar rasis yang telah diucapkan. Setelah Vinicius mendekati wasit, wasit sekarang harus mengikuti protokol dan aturan yang telah ditetapkan UEFA ketika hal ini terjadi,” ujar  dia.

”Sebagai wasit, saya pernah mengalami situasi ini sebelumnya ketika pemain melaporkan komentar rasis di lapangan. Yang bisa dia lakukan hanyalah membuat laporan. Setelah itu, UEFA akan menyelidikinya. Sebagai wasit, ini sangat sulit dalam situasi ini,” papar Clattenburg.

Sejauh itu, pernyataannya terdengar normatif. Namun, kalimat berikutnya yang justru memantik reaksi keras dari publik.

”Ini bukan kesalahan wasit. Vinicius Jr, ya, dia mencetak gol yang luar biasa, tetapi seharusnya dia kembali ke sisi lain lapangan, dan dia bisa melanjutkan pertandingan,” tutur Clattenburg.

Ucapan tersebut langsung dianggap sebagai bentuk penyudutan terhadap Vinicius. Banyak yang menilai Clattenburg seolah-olah menyalahkan sang pemain karena merayakan golnya di depan suporter lawan.

Di media sosial, kritik mengalir deras. Seorang pengguna menulis bahwa Clattenburg menyalahkan Vinicius karena menciptakan situasi itu dan menyebutnya memalukan. Yang lain bahkan secara langsung menyebut, Mark Clattenburg sebagai memalukan!

Sejumlah komentar juga menegaskan bahwa merayakan gol di depan pendukung lawan adalah hal yang wajar dalam sepak bola. Hal itu sama sekali tidak bisa dijadikan pembenaran atas dugaan pelecehan rasis.

Di tengah polemik tersebut, satu hal yang tak bisa diabaikan adalah fakta bahwa Vinicius sudah terlalu sering menjadi target rasisme. Hingga Mei 2024, tercatat 16 insiden spesifik pelecehan rasial terhadapnya. Insiden terbaru ini hanya menambah daftar panjang pengalaman pahit yang mengiringi karier gemilangnya.

UEFA pun diperkirakan akan segera melakukan investigasi terhadap Prestianni. Berdasar Peraturan Disiplin UEFA, khususnya pasal 14 tentang rasisme dan perilaku diskriminatif lainnya, pemain yang terbukti melakukan tindakan rasis dapat dijatuhi sanksi minimal sepuluh pertandingan di seluruh kompetisi UEFA.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore