Vinicius Junior melontarkan komentar menohok setelah diduga menjadi korban pelecehan rasis dalam laga Real Madrid vs Benfica. Pernyataannya memicu respons dari Prestianni hingga Jose Mourinho. (Ist)
JawaPos.com - Vinicius Junior kembali harus berbicara soal isu yang seharusnya tak lagi ada di sepak bola modern: rasisme. Penyerang Brasil berusia 25 tahun itu menjadi sorotan setelah diduga menerima pelecehan rasial dalam kemenangan 1-0 Real Madrid atas Benfica di Liga Champions, di Lisbon.
Insiden tersebut membuat pertandingan dihentikan selama 10 menit sesuai protokol UEFA, setelah Vinicius melaporkan seorang pemain Benfica—Gianluca Prestianni—kepada wasit.
Menariknya, di tengah situasi panas itu, Vinicius tetap bermain penuh hingga akhir laga. Bahkan, sebelumnya ia sempat mencetak gol individu luar biasa lima menit setelah babak kedua dimulai.
Namun selebrasinya di depan pendukung tuan rumah berubah menjadi momen kontroversial. Vinicius tampak kesal dengan sesuatu yang dikatakan kepadanya, lalu langsung menghampiri wasit.
Melansir RTE, usai pertandingan, ia menumpahkan perasaannya lewat Instagram Story dalam bahasa Portugis.
"Orang rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu memasukkan baju mereka ke mulut mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka."
"Namun, mereka mendapat perlindungan dari pihak lain yang, secara teori, memiliki kewajiban untuk menghukum. Tidak ada yang baru dalam hidup saya dan keluarga saya setelah kejadian hari ini."
"Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol. Sampai sekarang masih tidak mengerti alasannya. Di sisi lain, hanya protokol yang dieksekusi dengan buruk dan tidak ada gunanya."
"Saya tidak suka berada dalam situasi seperti ini, terlebih lagi setelah kemenangan besar dan ketika berita utama harus tentang Real Madrid, tetapi ini perlu."
Pernyataan tersebut terasa emosional, tetapi juga tegas. Ini bukan pertama kalinya Vinicius menghadapi situasi serupa. Ia bahkan pernah mengatakan pada November 2024. "Saya bermain di Spanyol, di mana saya banyak menderita dan masih menderita," katanya kala itu.
Sebagai pengingat, pada Juni tahun yang sama, tiga penggemar Valencia dijatuhi hukuman penjara delapan bulan atas pelecehan rasial terhadapnya—putusan pertama dengan vonis semacam itu di Spanyol.
Prestianni Membantah Tuduhan
Sementara itu, Prestianni membantah tuduhan tersebut melalui pernyataan di Instagram.
"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak pernah melontarkan hinaan rasis kepada Vini Jr, yang sayangnya salah paham dengan apa yang dia kira telah didengarnya," tulisnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
