Proses VAR di laga Barcelona vs Atletico Madrid. (Istimewa)
JawaPos.com - Kekalahan 0-4 Barcelona dari Atlético Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey tak hanya menyisakan luka dari sisi skor. Laga itu juga diwarnai kontroversi besar terkait keputusan VAR yang menganulir gol Pau Cubarsí di babak kedua.
Saat itu, Barcelona sempat mencetak gol yang berpotensi membuka peluang comeback. Namun setelah peninjauan panjang yang memakan waktu hingga delapan menit, gol tersebut dianulir karena offside. Penundaan yang sangat lama langsung memicu kritik, baik dari pemain, staf, maupun publik.
Kini, Komite Teknis Wasit (CTA) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut.
Melansir Barca Blaugranes, dalam pernyataannya, CTA mengungkapkan bahwa masalah terjadi pada sistem offside semi-otomatis (SAOT) yang digunakan saat proses analisis.
“Mengenai kejadian yang mengakibatkan gol FC Barcelona dianulir, dalam menilai kejadian tersebut, dan mengikuti protokol, tim VAR menganalisisnya menggunakan sistem offside semi-otomatis SAOT.”
“Selama analisis ini, terdeteksi bahwa sistem tersebut menghasilkan kesalahan dalam pemodelan pemain melalui kerangka, setelah mendeteksi situasi dengan kepadatan pemain yang tinggi.”
Artinya, sistem tidak mampu memproses posisi pemain secara akurat karena terlalu banyak pemain yang berada dalam satu area sempit.
“Setelah mencoba mengkalibrasi ulang pemodelan sistem, dan setelah memastikan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, tim VAR kemudian secara manual menggambar garis offside untuk membuat keputusan akhir yang benar.”
“Karena alasan ini, dan secara luar biasa, proses peninjauan permainan memakan waktu lebih lama dari biasanya dan membuat tayangan ulang tidak dapat diberikan kepada produksi televisi, karena sistem SAOT tidak dapat digunakan.”
Dengan kata lain, karena teknologi gagal berfungsi optimal, wasit VAR harus kembali ke metode manual untuk menarik garis offside. Proses itulah yang membuat peninjauan berjalan sangat lama.
Bagi Barcelona, penjelasan ini kemungkinan tak cukup meredakan kekecewaan. Gol tersebut bisa saja mengubah dinamika pertandingan dan memberi dorongan psikologis untuk bangkit. Sebaliknya, penundaan panjang justru mematikan momentum dan membuat suasana pertandingan terasa terhenti. Dan, untuk malam yang sudah buruk bagi Barcelona, insiden VAR itu terasa seperti tambahan kekacauan yang tak perlu.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
