
Mikael Arteta sukses membawa Arsenal menembus Liga Champions musim ini. (Istimewa)
JawaPos.com - Nyaris tidak ada yang menyangka bahwa Arsenal akan mampu menembus final Liga Champions musim ini. Bagaimana tidak, pamor mereka tentu masih kalah dengan favorit juara lainnya yang sudah tersingkir duluan, seperti Barcelona, Real Madrid, sampai Manchester City.
Namun, pelatih Arsenal, Mikel Arteta berhasil membalikkan berbagai prediksi mayoritas. Ia sukses meracik timnya saat mengalahkan Atletico Madrid-nya Diego Simeone yang sempat dua musim beruntun lolos ke final Liga Champions meski seluruhnya kalah dari Real Madrid di partai puncak.
Skor 1-0 sudah cukup untuk memulangkan Atletico kembali ke Madrid dengan tangan kosong. Total agregat 2-1 menjadi tiket bagi The Gunners untuk melenggang ke final yang akan digelar di Budapest, Hungaria.
Arteta pun mengaku bahagia bisa mengakhiri penantian Arsenal lolos ke final Liga Champions setelah 20 tahun lamanya. Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih bagi orang-orang yang berjasa dalam karir kepelatihannya.
"Saya sangat bahagia bisa lolos ke final Liga Champions, apalagi untuk mencapainya, seluruh elemen di tim Arsenal turut terlibat aktif. Saya juga berterima kasih kepada orang-orang yang berjasa dalam kepelatihan saya seperti David Moyes dan juga Pep Guardiola," ujar Arteta seperti dikutip dari akun YouTube CBS Golazo.
Mantan pemain tengah Arsenal itu pun tidak menampik bahwa untuk mengalahkan Atletico Madrid tidaklah mudah. Ia bahkan menilai beberapa keputusannya dalam menentukan starting eleven akan mengecewakan sejumlah pemain di dalam skuadnya.
"Saya harus melihat pemain mana saja yang siap bertanding. Tentunya akan ada pemain yang terpaksa tidak masuk line up meski mereka juga siap, dan itu akan membuat mereka kecewa. Namun pada akhirnya saya harus memutuskan dan yang masuk dalam line up tadi benar-benar tampil luar biasa," terangnya lagi.
Tak hanya itu, skuad asuhannya juga sempat menderita oleh serangan-serangan Atletico Madrid yang juga berambisi kembali menembus final. Namun, gol Bukayo Saka akhirnya menjadi pembeda.
"Tim kami mampu tampil kompetitif, membuat sejumlah peluang. Memang kami juga sempat menderita oleh serangan-serangan Atletico, namun kami bisa membuat gol di akhir babak pertama," tuturnya juga.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
