Senne Lammens mencatatkan clean sheet penting saat Manchester United menundukkan Tottenham 2-0, sekaligus mengakhiri rekor buruk Setan Merah dalam sembilan pertemuan terakhir.
JawaPos.com - Senne Lammens mungkin tak banyak mendapat sorotan pada Sabtu sore di Old Trafford, tetapi justru di situlah letak ceritanya.
Melansir United In Focus, penampilan tenang sang kiper muda ikut mengantar Manchester United meraih kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur, sekaligus memperpanjang rekor kemenangan mereka menjadi empat laga beruntun di Liga Premier.
Manchester United tampil dominan sejak awal laga dan membuka keunggulan setelah 38 menit, terlebih setelah Tottenham harus bermain dengan 10 pemain. Sejak momen itu, Spurs kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah.
Kobbie Mainoo kembali jadi pengendali permainan di lini tengah bersama Casemiro, memastikan United selalu unggul dalam duel dan distribusi bola. Kemenangan akhirnya dikunci pada menit ke-81 lewat gol Bruno Fernandes, yang memanfaatkan kebebasan bermain yang diberikan Michael Carrick kepada para pemainnya.
Hasil ini terasa semakin manis karena mengakhiri rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan Manchester United atas Tottenham. Namun, ada satu catatan lain yang tak kalah penting: clean sheet pertama United melawan Spurs dalam sembilan pertemuan terakhir.
Dan, di situlah nama Senne Lammens masuk ke panggung utama.
Kiper berusia 23 tahun asal Belgia tersebut menjalani awal karier yang sangat solid bersama Manchester United. Fakta bahwa namanya jarang disebut sepanjang pertandingan justru menjadi indikator bahwa ia melakukan tugasnya dengan baik.
Perbandingan dengan Andre Onana pun tak terhindarkan. Saat Onana masih menjadi pilihan utama, posisi kiper Man United kerap disorot karena kesalahan-kesalahan yang merugikan.
Dalam enam laga Liga Premier melawan Tottenham, Onana kebobolan total 12 gol dan gagal mencatatkan clean sheet bersama Man United.
Sebaliknya, Lammens berhasil memutus tren negatif tersebut. Meski Tottenham hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga, kontribusi Lammens tetap krusial dalam menjaga gawang United tak tersentuh. Clean sheet ini menjadi yang keempat baginya musim ini.
Statistik lain pun semakin menguatkan kesan positif. Dari 19 pertandingan Liga Premier yang dimainkan Lammens, Manchester United hanya menelan dua kekalahan. Angka yang cukup impresif untuk seorang kiper muda yang baru menjalani musim perdananya sebagai pilihan utama.
Stabilitas di lini belakang juga membantu. Carrick mempertahankan formasi pertahanan yang sama dalam empat laga terakhir, sebuah keputusan yang memberi rasa aman bagi Lammens dan membuka peluang hadirnya lebih banyak clean sheet hingga akhir musim.
Perbedaan yang ditunjukkan United sejak Lammens menggantikan Onana terasa sangat jelas. Tenang, minim drama, dan efektif. Jika performa ini bisa dipertahankan, Manchester United tampaknya telah menemukan solusi jangka panjang di bawah mistar gawang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
