Real Madrid kalah dramatis 2-4 dari Benfica di Estadio da Luz, diwarnai dua kartu merah dan gol telat kiper lawan. Hasil ini memaksa Los Blancos kembali menjalani babak play-off Liga Champions.
JawaPos.com - Malam yang panjang dan menyakitkan harus dijalani Real Madrid di Estadio da Luz. Pada laga terakhir fase liga Liga Champions, Los Blancos tumbang 2-4 dari Benfica dalam pertandingan penuh drama, kartu merah, dan gol-gol yang mengubur harapan finis di delapan besar.
Melansir Football Espana, sejak awal laga, tim asuhan Alvaro Arbeloa sudah berada di bawah tekanan. Selama 30 menit pertama, Benfica tampil dominan dan menciptakan banyak peluang berbahaya.
Beruntung bagi Real Madrid, Thibaut Courtois tampil luar biasa di bawah mistar dan berulang kali menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.
Di tengah gempuran tersebut, Real Madrid justru mampu mencuri keunggulan. Kylian Mbappe membuka skor lewat sundulan tajam, memanfaatkan umpan silang cantik dari Raul Asencio. Gol itu sempat memberi napas dan kepercayaan diri bagi Los Blancos.
Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Benfica perlahan mengambil alih kendali permainan. Andreas Schjelderup mencetak gol penyama kedudukan setelah bola sundulannya melewati kaki Courtois.
Tak lama berselang, Vangelis Pavlidis sukses mengeksekusi penalti yang membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1 hingga turun minum.
Situasi Real Madrid semakin rumit di babak kedua. Schjelderup kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk gol keduanya malam itu, memperlebar keunggulan Benfica menjadi 3-1.
Meski demikian, Madrid belum sepenuhnya menyerah. Harapan sempat muncul ketika Mbappé mencetak gol keduanya, kali ini memanfaatkan umpan tarik apik dari Arda Güler untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Pada momen tersebut, Real Madrid masih berada di posisi delapan besar klasemen sementara—posisi yang akan menyelamatkan mereka dari babak play-off.
Namun, gol-gol telat dari laga lain membuat situasi berubah drastis. Madrid kini butuh gol tambahan untuk memastikan tiket langsung ke babak 16 besar.
Alih-alih mendapatkan gol penyeimbang, petaka justru datang. Raul Asencio menerima kartu kuning kedua akibat tekel keras, membuat Real Madrid harus bermain dengan sepuluh orang.
Tak lama kemudian, Rodrygo Goes juga diusir wasit setelah menerima kartu merah akibat protes berlebihan. Penderitaan Los Blancos mencapai puncaknya di menit-menit akhir.
Dalam sebuah situasi bola mati, kiper Benfica, Anatoliy Trubin, ikut maju dan mencetak gol lewat sundulan untuk memastikan kemenangan 4-2 bagi tim tuan rumah. Gol tersebut menutup malam yang benar-benar kelam bagi Real Madrid.
Hasil ini memastikan Real Madrid finis di luar delapan besar dan harus menjalani babak play-off Liga Champions untuk musim kedua berturut-turut. Ironisnya, Benfica berpotensi kembali menjadi lawan mereka di fase tersebut, dengan Bodo/Glimt sebagai alternatif lain.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
