
Kiper Benfica, Anatoliy Trubin menjadi pahlawan kemenangan Benfica atas Real Madrid. (Istimewa)
JawaPos.com - Gol Kiper Benfica, Anatoliy Trubin ke gawang Real Madrid di penghujung laga menjadi salah satu momen paling epik di Matchday ke-8 Liga Champions dini hari tadi (29/1) WIB.
Bagaimana tidak, gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus membuat Benfica lolos ke babak play off Liga Champions. Apalagi lawan yang dikalahkan adalah Real Madrid.
Dalam keterangannya setelah laga berakhir, pelatih Benfica Jose Mourinho mengungkap situasi genting di balik terjadinya gol ajaib itu, dimana mereka ternyata membutuhkan satu gol lagi untuk bisa setidaknya lolos ke babak play off.
"Saat saya melakukan pergantian pemain terakhir, (Franjo) Ivanovic dan (Antonio) Silva, saya diberi tahu kalau skor 1-0 sudah cukup. Tapi beberapa detik kemudian, mereka memberi tahu saya bahwa kami membutuhkan satu gol lagi, tetapi saya tidak dapat melakukan pergantian pemain lagi," ungkap Mourinho seperti dikutip dari ESPN.
Karena Mourinho tak bisa memasukkan pemain lagi, maka ia pun menyuruh pemain-pemain yang berpotensi mencetak gol dan berpostur tinggi, termasuk Trubin maju ke depan ketika mendapat tendangan bebas di menit akhir.
"Kami beruntung mendapatkan tendangan bebas, yang memungkinkan kami untuk bermain dengan pemain tinggi (Trubin)," imbuhnya.
Sementara itu, Trubin malah mengaku kebingungan disuruh maju untuk turut menyerang. Padahal keunggulan Benfica hanya berselisih satu angka. Jika serangan dimentahkan dan Madrid mendapat momentum melakukan serangan balik, maka skor malah bisa disamakan.
"Saya bingung. Lalu saya melihat semua orang menyuruh saya untuk maju. Saya juga melihat Mou menyuruh maju, jadi saya maju, masuk ke dalam kotak penalti, dan saya tidak tahu. Saya tidak tahu harus berkata apa," ungkap Trubin.
Dan seketika itu juga, Trubin tak disangka sukses mencetak gol pengunci kemenangan yang membuat Benfica unggul 4-2 dan tak mungkin terkejar. Kiper asal Ukraina itu pun masih bisa mengungkapkan perasaan mencetak gol tersebut.
"Momen yang gila. Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya tidak terbiasa mencetak gol. Saya masih berusia 24 tahun dan ini pertama kalinya mencetak gol. Luar biasa," ujarnya lagi.
Benfica dan Madrid pun sama-sama lolos ke babak play off. Bagi Los Blancos, tidak lolos ke babak 16 besar secara otomatis tentu merupakan hal yang diluar prediksi dan target, apalagi mereka punya Mbappe dan Vinicius, dua penyerang mematikan.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
