Barcelona menang 4-2 di Liga Champions, tetapi kebobolan dua gol dari bola mati membuat Gerard Martin dan Hansi Flick menuntut peningkatan performa defensif tim. (Instagram/@fcbarcelona)
JawaPos.com - Barcelona memang meraih kemenangan 4-2 di Liga Champions, namun hasil tersebut meninggalkan catatan penting yang tak bisa diabaikan.
Dua gol yang bersarang ke gawang mereka sama-sama berasal dari situasi bola mati, sebuah masalah yang kembali mencuat dan langsung menjadi sorotan setelah laga usai.
Tiga poin tetap diamankan, tetapi cara Barcelona kebobolan memunculkan kekhawatiran, terutama jika melihat tuntutan di fase kompetisi yang semakin krusial.
Gerard Martin tak menutup mata terhadap kelemahan tersebut. Ia menilai Barcelona harus segera berbenah, khususnya dalam bertahan saat menghadapi situasi bola mati.
Menurut Martin, melansir Barca Blaugranes, kesalahan semacam itu tidak boleh terus berulang.
“Kedua gol tersebut berasal dari bola mati. Kita harus kuat dan meningkatkan kemampuan di area tersebut. Ini tidak boleh terjadi pada kita. Ini tentang konsentrasi, komunikasi. Kita harus meningkatkan aspek tersebut. Ini tidak boleh terjadi pada kita di babak selanjutnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa masalahnya bukan hanya soal teknis, tetapi juga fokus dan koordinasi antarpemain di lini belakang. Dalam pertandingan besar, detail-detail kecil seperti ini bisa menjadi pembeda antara lolos dan tersingkir.
Kekhawatiran soal pertahanan Barcelona juga dirasakan oleh Hansi Flick. Pelatih asal Jerman itu mengakui bahwa timnya membuat dua kesalahan dari dua tendangan sudut, sesuatu yang jelas tidak ideal di level Liga Champions.
“Dua kesalahan di dua tendangan sudut. Ini baru satu pertandingan dan kami bisa meningkatkan performa. Kami ingin dan kami bisa meningkatkan performa,” ujar mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.
Nada optimistis tetap terdengar, tetapi Flick menyadari bahwa perbaikan mutlak diperlukan jika Barcelona ingin melangkah jauh.
Statistik pun memperkuat alasan kekhawatiran tersebut: Barcelona sudah kebobolan 13 gol dalam tujuh pertandingan Liga Champions musim ini, jumlah tertinggi di antara tim-tim yang masih bersaing di papan atas.
Kemenangan tetap penting, tetapi Barcelona tampaknya sadar bahwa untuk bertahan di kompetisi sekelas Liga Champions, mereka tak bisa terus bergantung pada produktivitas gol semata.
Jika masalah bola mati tidak segera dibereskan, ujian yang lebih berat di babak selanjutnya bisa menjadi mimpi buruk nyata.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
