
Feyenoord resmi pecat Robin van Persie sebagai pelatih kepala. (@Feyenoord/X).
JawaPos.com - Klub asal Belanda Feyenoord resmi memecat Robin van Persie sebagai pelatih kepala setelah menjalani satu musim tanpa meraih trofi. Keputusan itu diumumkan pada Senin (8/6) lewat akun X (dulu Twitter) resminya. Meski tanpa trofi, sang pelatih sebenarnya berhasil membawa tim finis di posisi kedua Eredivisie dan mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA.
Van Persie yang merupakan mantan striker Arsenal dan Manchester United memulai karier kepelatihannya di Feyenoord pada Februari 2025. Penunjukannya saat itu menjadi momen emosional bagi Van Persie karena Feyenoord merupakan klub masa kecilnya.
Meski mampu membawa Feyenoord bersaing di papan atas Eredivisie, hasil akhir musim 2025/2026 dinilai belum cukup memuaskan. Feyenoord harus puas finis di peringkat kedua klasemen dengan selisih 19 poin dari sang juara, PSV Eindhoven.
Selama menangani tim dalam 58 pertandingan, Van Persie mencatatkan 30 kemenangan dan 19 kekalahan. Pelatih berusia 42 tahun itu juga sempat menangani mantan pemain sayap Inggris Raheem Sterling yang mencoba menghidupkan kembali kariernya di Belanda. Namun, Sterling gagal memberikan dampak signifikan setelah tidak mencetak gol selama masa bermainnya di Feyenoord.
Sebelum menjadi pelatih utama, Van Persie merupakan bagian dari staf pengembangan pemain muda Feyenoord. Van Persie kemudian dipromosikan ke tim utama dan juga sempat bekerja sebagai penasihat teknis di bawah kepemimpinan Arne Slot.
Dilansir dari ESPN, direktur teknis Feyenoord Devy Rigaux menyatakan bahwa keputusan untuk berpisah dengan Van Persie bukanlah hal yang mudah.
“Robin van Persie telah memberikan segalanya untuk klub dalam satu setengah tahun terakhir. Ia layak mendapatkan apresiasi karena berhasil menutup musim sulit dengan posisi kedua dan memastikan tiket Liga Champions, yang tentu sangat penting,” ujar Rigaux.
Baca Juga:Terungkap Alasan Shin Tae-yong Terima Tawaran Persija Jakarta, Siap Bawa Macan Kemayoran Berprestasi
Devy Rigaux menambahkan bahwa keputusan itu diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, termasuk perkembangan permainan dan tren penurunan perolehan poin, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
“Kesimpulannya, akan lebih baik bagi klub untuk memulai musim depan dengan pelatih kepala yang baru,” tutupnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
