Ilustrasi: Manchester United. (Istimewa)
JawaPos.com - Manchester United tengah menghadapi realitas pahit di luar lapangan. Klub yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai raksasa komersial sepak bola dunia kini terpuruk ke posisi terendah mereka di Deloitte Football Money League.
Untuk pertama kalinya, Liverpool justru muncul sebagai klub Inggris dengan pendapatan tertinggi, sementara United harus rela melorot ke peringkat kedelapan secara keseluruhan.
Padahal, Manchester United pernah menjadi simbol kesuksesan finansial dalam sepak bola modern. Dari 29 edisi Money League, mereka sempat menduduki posisi puncak sebanyak 10 kali, terakhir pada 2017. Namun, laporan tahun 2026 menunjukkan bahwa dominasi tersebut kini tinggal cerita.
Absen di Liga Champions jadi pukulan besar
Melansir Standard.co, salah satu faktor utama merosotnya posisi Manchester United adalah penurunan tajam pendapatan dari hak siar. Angkanya turun signifikan, dari €258 juta menjadi €206 juta. Penyebabnya jelas: absennya United dari Liga Champions pada musim 2024-25.
Tak hanya itu, musim ini United juga diperkirakan mencatat pendapatan pertandingan yang lebih rendah. Tanpa kompetisi Eropa dan dengan kegagalan melaju jauh di dua piala domestik, mereka hanya akan memainkan 20 laga kompetitif di Old Trafford sepanjang musim 2025-26.
Jumlah ini jauh dari ideal bagi klub yang biasanya mengandalkan pemasukan besar dari hari pertandingan.
Daya saing komersial mulai tertinggal
Tim Bridge, Pemimpin Grup Bisnis Olahraga di Deloitte, menilai bahwa lanskap sepak bola modern telah berubah drastis.
"Klub-klub dengan merek dan posisi klub sepak bola terbesar di pasar memiliki kesempatan untuk memperluas jangkauan mereka dan menawarkan lebih banyak kepada penggemar di hari pertandingan, menawarkan lebih banyak kepada penggemar di luar hari pertandingan, dan menjadi titik kontak yang lebih aktif sepanjang tahun,” jelasnya.
“United mungkin baru memulai perjalanan itu sekarang, karena adanya laporan pengembangan stadion."
Ia juga menyoroti bagaimana posisi Manchester United sebagai tolok ukur industri perlahan memudar.
"Jika Anda melihat kembali 10 atau 15 tahun yang lalu, dan Anda melihat pendapatan pertandingan Manchester United, mereka adalah pemimpin industri. Jika Anda melihat kemampuan mereka untuk menghasilkan pendapatan komersial, itu adalah tolok ukur yang digunakan semua orang saat itu untuk menetapkan strategi di pasar. Saya rasa hal itu tidak lagi berlaku."
Meski begitu, Bridge menegaskan bahwa peluang bagi United belum sepenuhnya tertutup.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
