
Vinicius Jr dapat nasihat dari Rio Ferdinand. (ig @realmadrid)
JawaPos.com - Keputusan Xabi Alonso menarik keluar Vinicius Junior pada menit-menit akhir final Piala Super Spanyol langsung memicu perdebatan. Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 3-2 dari Barcelona tersebut, Vinicius justru terlihat sebagai pemain paling berbahaya di kubu Real Madrid.
Manajer Real Madrid itu akhirnya memberikan penjelasan. Alonso mengungkapkan bahwa pergantian tersebut bukan murni keputusan teknis, melainkan permintaan langsung dari sang pemain. Melansir Sports Illustrated, Vinicius disebut mengalami kelelahan ekstrem di fase akhir pertandingan yang digelar di Stadion Alinma Bank, Jeddah.
Pergantian pada menit ke-82 itu memang terasa mengejutkan. Saat itu, Real Madrid tengah tertinggal satu gol dan Vinicius terlihat menjadi sosok yang paling mungkin menciptakan gol penyama kedudukan. Kecepatan, keberanian duel, dan kepercayaan dirinya di sisi kiri membuat pertahanan Barcelona terus berada dalam tekanan, hingga akhirnya ia digantikan oleh Franco Mastantuono.
“Vinicius bermain sangat bagus hingga [tahap akhir],” kata Alonso usai laga. “Dia meminta untuk diganti karena kelelahan. Kelembapan udara sangat tinggi.”
Alonso juga menegaskan betapa pentingnya peran Vinicius sepanjang pertandingan.
“Dia selalu menjadi ancaman, golnya spektakuler dan dia menimbulkan banyak masalah di sisi lapangannya.”
Sepanjang laga, pemain bernomor punggung 7 itu berkali-kali memenangkan duel melawan Jules Koundé.
Dalam momen golnya, Vinicius bahkan mempermalukan bek asal Prancis tersebut lewat nutmeg cerdik sebelum masuk ke kotak penalti dan menuntaskan peluang dengan penyelesaian kelas dunia.
Gol tersebut terasa istimewa. Selain menjadi gol pembuka Real Madrid di laga final, itu juga merupakan kontribusi gol ke-16 Vinicius dalam final ke-15 bersama Los Blancos.
Catatan tersebut membuatnya menyamai rekor klub yang sebelumnya dipegang Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Ferenc Puskás. Lebih dari itu, gol tersebut juga mengakhiri puasa gol Vinicius yang berlangsung selama 16 pertandingan.
Meski begitu, Alonso memilih untuk tidak larut dalam pembahasan individu. Fokusnya justru tertuju pada hasil akhir dan kondisi tim secara keseluruhan. Ia menilai kekalahan ini menyakitkan, namun tidak boleh berlarut-larut.
“Kami tidak senang dengan hasilnya, tetapi kami dapat mengambil hal positif untuk musim ini. Sekarang yang terpenting adalah memulihkan para pemain,” ujar Alonso.
Ia bahkan menyebut Piala Super Spanyol sebagai kompetisi yang paling tidak krusial dibanding target lain Real Madrid musim ini.
“Kita harus segera melupakan ini. Ini hanya satu pertandingan, satu kompetisi, dan dari semua yang kita mainkan, ini yang paling tidak penting. Sekarang yang penting adalah menatap ke depan, memulihkan pemain, baik secara mental maupun mental, dan terus maju.”

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
