Presiden FIFA Gianni Infantino. (Instagram/@fifaworldcup)
JawaPos.com - Harga tiket Piala Dunia 2026 yang terbilang sangat tinggi kini memunculkan kekhawatiran serius: stadion bisa saja dipenuhi kursi kosong di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada musim panas mendatang. Isu ini perlahan menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Saat mengajukan diri sebagai tuan rumah, mereka menjanjikan bahwa harga tiket dijual mulai dari USD 21. Namun, ketika FIFA akhirnya mengonfirmasi struktur harga resmi Piala Dunia, angka tersebut sama sekali tidak terlihat.
Kekecewaan publik pun semakin besar setelah terungkap bahwa tiket termurah untuk partai final dibanderol lebih dari USD 4.000 (Rp 67 juta) atau tiga kali lebih mahal dibandingkan tiket premium final Piala Dunia 2022.
Kelompok pendukung dari Eropa secara terbuka menyebut harga tersebut "sangat mahal". Di sisi lain, pembelaan FIFA atas keputusannya mengambil potongan 15 persen dari pembeli dan penjual tiket yang dijual kembali melalui jalur resmi, justru memperkeruh suasana dan memancing kemarahan penggemar di berbagai negara.
Melansir Sports Illustrated, tidak ada tanda-tanda FIFA akan menurunkan harga tiket. Dampaknya cukup terasa, karena banyak asosiasi sepak bola nasional yang melakukan perjalanan ke Amerika Utara kini khawatir tidak mampu menjual seluruh alokasi tiket mereka.
Masalahnya bukan hanya harga tiket. Bagi suporter luar negeri, biaya transportasi lintas negara dan akomodasi di Amerika Utara juga menjadi pertimbangan besar.
Tak sedikit penggemar yang sebelumnya sudah mendaftarkan minat membeli tiket, namun memilih mundur perlahan setelah harga resmi diumumkan ke publik.
Penjualan tiket melalui asosiasi nasional masih dibuka hingga 13 Januari. Setelah tenggat itu, akan terlihat jelas apakah ada asosiasi yang gagal menjual seluruh kuota tiket mereka.
Menariknya, FIFA sama sekali tidak menunjukkan kekhawatiran. Dari perkiraan awal pendapatan tiket sekitar USD 1,8 miliar, angka tersebut kini melonjak tajam hingga diproyeksikan mencapai USD 3 miliar.
Salah satu penyebab utama lonjakan ini adalah penerapan sistem penetapan harga dinamis. Melalui skema ini, tiket untuk laga-laga yang dianggap paling diminati akan otomatis dijual lebih mahal dibandingkan pertandingan lain.
Sistem seperti ini sebenarnya bukan hal baru dan sudah lama menuai kritik tajam, baik di sepak bola maupun industri hiburan secara umum.
Meski demikian, FIFA tetap mengklaim minat terhadap tiket Piala Dunia 2026 sangat "luar biasa". Hanya saja, sebagian besar minat tersebut disebut berasal dari tiga negara tuan rumah.
Apakah antusiasme global akan sebanding dengan harga yang dipatok? Jawabannya mungkin baru benar-benar terlihat saat turnamen dimulai.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
