Terem Moffi dan Jeremie Boga. (Icon Sport)
JawaPos.com – Dua penyerang OGC Nice, Terem Moffi dan Jeremie Boga, mendapatkan cuti dari tim utama setelah mengalami insiden kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok penggemar fanatik pada Minggu (30/11) malam. Kejadian ini terjadi setelah tim kembali dari kekalahan 1–3 di markas Lorient, tepatnya di Stadion Moustoir.
Menurut laporan dari ESPN, sekitar 400 Ultras menunggu kedatangan pemain Nice di tempat latihan klub dalam suasana yang sangat tegang. Dua orang suporter bahkan naik ke bus tim untuk melampiaskan kemarahan mereka sebelum situasi berubah menjadi kekerasan saat para pemain mulai turun dari bus.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Moffi telah diberikan cuti sakit selama seminggu, sedangkan Boga akan diliburkan selama lima hari. Dengan keputusan ini, kedua pemain tersebut akan absen dari skuad Les Aiglons untuk sementara waktu.
“Keduanya dipukul, diludahi, ditendang, dan dihina oleh ultras,” tulis ESPN berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian, Boulevard Jean-Luciano, saat bus yang membawa para pemain dan staf Nice kembali dari bandara.
Pada hari Senin (1/12), kedua pemain tersebut melaporkan insiden ini kepada polisi setempat dan mengajukan tuntutan terhadap para pelaku penyerangan. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan komentar terkait kasus ini.
Dalam pernyataan resmi klub, mereka menyatakan, “Pada hari Minggu, sekembalinya mereka (skuad OGC Nice) dari Lorient, Eaglets disambut di tempat latihan oleh sebuah pertemuan penting. Klub memahami rasa frustrasi yang ditimbulkan oleh serangkaian penampilan buruk dan jauh dari nilai-nilai klub.”
“Namun, peristiwa yang kami saksikan selama pertemuan ini tidak dapat diterima. Beberapa anggota klub (pemain) telah diserang. OGC Nice memberikan dukungan penuh kepada mereka dan mengutuk tindakan ini dengan ketegasan tertinggi,” tambah pernyataan tersebut.
Moffi dan Boga menjadi target amukan suporter karena dianggap tidak menunjukkan performa yang baik dalam beberapa pekan terakhir. Di sisi lain, kiper Yehvann Diouf berperan penting dalam menyelamatkan kedua rekannya dari kerumunan dan membawa mereka masuk ke dalam gedung klub dengan aman.
Direktur olahraga klub, Florian Maurice, harus mendapatkan pengawalan ketat dari petugas keamanan saat menuju mobilnya. Berbeda dengan itu, pelatih kepala Franck Haise justru mendapat dukungan dari Ultras yang menyatakan masih mendukungnya.
Kapten tim, Melvin Bard, dan gelandang lokal, Sofiane Diop, tidak mengalami pelecehan dari Ultras. Sementara itu, sisa pemain lainnya akhirnya berhasil masuk ke dalam gedung tim meskipun mengalami trauma akibat kurangnya keamanan dan keselamatan yang diberikan oleh klub.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022