Lokasi insiden penabrakan. (Paul Ellis/AFP)
JawaPos.com – Paul Doyle terlihat emosional di ruang sidang, saat pria berusia 54 tahun ini mengubah pembelaannya dengan mengakui 31 pelanggaran terkait tragedi yang terjadi pada parade trofi Liverpool FC yang menjuarai Liga Inggris 2024/2025. Pengakuan ini disampaikan menjelang persidangan yang akan dibuka untuk juri.
Jaksa penuntut mengungkapkan, “Paul Doyle melakukan tindakan ‘kekerasan yang terencana’ ketika ia menabrakkan mobilnya ke lebih dari 100 penggemar Liverpool dalam parade perayaan kemenangan Liga Premier Inggris musim lalu,” pada Rabu (26/11) waktu setempat.
Tindakan berbahaya ini berlangsung selama tujuh menit, di mana mobil Doyle bertabrakan dengan orang-orang yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak, menyebabkan cedera serius dan menjebak beberapa di antara mereka di bawah kendaraan Ford Galaxy Titanium miliknya. Kepolisian Merseyside menyatakan bahwa hanya keberuntungan semata yang membuat tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat mengakui perbuatannya, Doyle tampak gemetar dan suaranya hampir tidak terdengar. Dia mengakui total 17 dakwaan percobaan menyebabkan cedera tubuh yang parah (GBH) secara sengaja, sembilan dakwaan menyebabkan GBH dengan sengaja, dan tiga dakwaan melukai dengan sengaja di Pengadilan Mahkota Liverpool. Sebelumnya, Doyle membantah semua pelanggaran yang melibatkan 29 korban, yang rentang usianya berkisar antara enam bulan hingga 77 tahun.
Dalam keterangan lebih lanjut, terungkap bahwa Doyle kehilangan kesabaran saat berkendara di sepanjang Dale Street dan memasuki Water Street, di mana kerumunan penggemar meninggalkan tepi Pantai.
Kepala Jaksa Agung, Sarah Hammond, menyatakan, “Dengan mengajukan pembelaan bersalah, Doyle akhirnya mengakui bahwa ia sengaja menabrakkan kendaraannya ke kerumunan orang yang tidak bersalah selama parade kemenangan Liverpool FC.”
Rekaman kamera dasbor dari kendaraan Doyle menunjukkan bahwa ia tampak gelisah saat mendekati kerumunan di persimpangan Dale Street dan Water Street. “Alih-alih menunggu kerumunan lewat, ia dengan sengaja menabrakkan kendaraannya ke arah para penggemar,” lanjut Hammond.
“Mengemudikan kendaraan ke kerumunan adalah tindakan kekerasan yang terencana. Ini bukan kesalahan sesaat oleh Paul Doyle, itu adalah pilihan yang ia buat hari itu dan mengubah perayaan menjadi kekacauan,” tegas pimpinan keadilan, menutup pernyataannya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
