Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 November 2025 | 23.08 WIB

Dianggap Star Syndrome dan Problematik, Lamine Yamal Dapat Kritik Keras dari Eks Pelatih Spanyol

Lamine Yamal saat membela Timnas Spanyol.

‎JawaPos.com - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal musim ini kerap mendapat sorotan, terutama dari hal-hal di luar lapangan. Ia kini makin dikenal sebagai party boy dan kerap menunjukkan sisi kehidupan glamornya.

‎Beruntung, Lamine Yamal masih moncer dan konsisten bersama Barcelona, apalagi setelah putus dengan kekasihnya, Nicky Nicole. Ia masih sering mencetak gol dan menjadi pahlawan kemenangan bagi Blaugrana.

‎Namun, Yamal diminta harus banyak mengurangi perilakunya yang seringkali tidak sesuai dengan olahragawan sejati. Di beberapa kasus, Yamal bahkan bisa dibilang cukup problematik.

Menurut mantan pelatih Timnas Spanyol, Javier Clemente, jika Yamal masih menunjukkan perilaku star syndrome, maka karirnya akan cepat redup. ‎"Sebagai pemain, ia sangat bagus. Tetapi, jika ia tidak berperilaku seperti olahragawan sejati dalam kehidupan pribadinya, karirnya cemerlangnya tidak akan bertahan lama," tegasnya seperti dikutip dari media Spanyol, El Debate.

‎Clemente tetap memuji Yamal sebagai pemain hebat, apalagi di usia 17 tahun ia sudah berperan besar membantu Spanyol juara Piala Eropa 2024. Namun, ia khawatir jika gaya hidupnya tak berubah, Yamal tidak akan lagi bisa menjadi pemain yang diandalkan.

‎"Dalam hal prestasi olahraganya, di usianya yang masih 17 tahun dan kemudian 18 tahun, ia sudah banyak melakukan hal-hal brilian dan memberi gelar, tetapi jika masih berperilaku seperti itu, jangan berharap ia akan terus melakukan hal-hal brilian kedepannya," imbuhnya.

‎Komentar Clemente ini mencuat setelah terjadi konfrontasi antara Timnas Spanyol dengan Barcelona sebagai klub tempat bermainnya Yamal. 

‎Pelatihan La Roja, Luis de la Fuente, telah memanggil Yamal untuk bermain dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026 yaitu melawan Georgia dan Turki. ‎Namun, FC Barcelona malah mengumumkan bahwa pemain jebolan La Masia itu membutuhkan istirahat, dan memberi tahu Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tentang perawatannya. 

‎Hal ini memicu perdebatan sengit antara Barcelona dan RFEF mengenai cara menangani situasi tersebut. Terkait itu, Clemente menyatakan bahwa perseteruan ini seperti sabung ayam. 

‎"Yang pasti, hal ini perlu ditangani secara kepala dingin. Baik Barça maupun Federasi tidak boleh saling berkonfrontasi. Demikian juga dengan pelatih tim nasional. Itu yang harus selalu diingat," pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore