Lamine Yamal saat membela Timnas Spanyol.
JawaPos.com - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal musim ini kerap mendapat sorotan, terutama dari hal-hal di luar lapangan. Ia kini makin dikenal sebagai party boy dan kerap menunjukkan sisi kehidupan glamornya.
Beruntung, Lamine Yamal masih moncer dan konsisten bersama Barcelona, apalagi setelah putus dengan kekasihnya, Nicky Nicole. Ia masih sering mencetak gol dan menjadi pahlawan kemenangan bagi Blaugrana.
Namun, Yamal diminta harus banyak mengurangi perilakunya yang seringkali tidak sesuai dengan olahragawan sejati. Di beberapa kasus, Yamal bahkan bisa dibilang cukup problematik.
Menurut mantan pelatih Timnas Spanyol, Javier Clemente, jika Yamal masih menunjukkan perilaku star syndrome, maka karirnya akan cepat redup. "Sebagai pemain, ia sangat bagus. Tetapi, jika ia tidak berperilaku seperti olahragawan sejati dalam kehidupan pribadinya, karirnya cemerlangnya tidak akan bertahan lama," tegasnya seperti dikutip dari media Spanyol, El Debate.
Clemente tetap memuji Yamal sebagai pemain hebat, apalagi di usia 17 tahun ia sudah berperan besar membantu Spanyol juara Piala Eropa 2024. Namun, ia khawatir jika gaya hidupnya tak berubah, Yamal tidak akan lagi bisa menjadi pemain yang diandalkan.
"Dalam hal prestasi olahraganya, di usianya yang masih 17 tahun dan kemudian 18 tahun, ia sudah banyak melakukan hal-hal brilian dan memberi gelar, tetapi jika masih berperilaku seperti itu, jangan berharap ia akan terus melakukan hal-hal brilian kedepannya," imbuhnya.
Komentar Clemente ini mencuat setelah terjadi konfrontasi antara Timnas Spanyol dengan Barcelona sebagai klub tempat bermainnya Yamal.
Pelatihan La Roja, Luis de la Fuente, telah memanggil Yamal untuk bermain dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026 yaitu melawan Georgia dan Turki. Namun, FC Barcelona malah mengumumkan bahwa pemain jebolan La Masia itu membutuhkan istirahat, dan memberi tahu Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) tentang perawatannya.
Hal ini memicu perdebatan sengit antara Barcelona dan RFEF mengenai cara menangani situasi tersebut. Terkait itu, Clemente menyatakan bahwa perseteruan ini seperti sabung ayam.
"Yang pasti, hal ini perlu ditangani secara kepala dingin. Baik Barça maupun Federasi tidak boleh saling berkonfrontasi. Demikian juga dengan pelatih tim nasional. Itu yang harus selalu diingat," pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
