Luis de la Fuente tampak geram setelah mengetahui Lamine Yamal menjalani prosedur medis rahasia tanpa sepengetahuan timnas Spanyol. (@lamineyamal)
JawaPos.com- Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, angkat bicara soal situasi abnormal yang melibatkan Lamine Yamal. Bintang muda Barcelona itu dikabarkan menjalani prosedur medis invasif rahasia untuk mengatasi cedera pangkal pahanya tanpa memberi tahu staf medis timnas Spanyol.
Yamal, yang baru berusia 18 tahun, awalnya dipanggil memperkuat La Furia Roja pada 7 November 2025 untuk laga melawan Georgia dan Turki. Namun, hanya tiga hari kemudian, ia dicoret setelah diketahui bahwa sang pemain telah menjalani prosedur radiofrekuensi pada hari yang sama skuad Spanyol memulai latihan.
Menurut laporan Mundo Deportivo, Barcelona baru memberi kabar kepada federasi sepak bola Spanyol (RFEF) pukul 22.40 malam, jauh setelah Yamal seharusnya bergabung dengan timnas.
"Itu bukan hal yang normal," ujar De la Fuente kepada RNE.
"Saya belum pernah mengalami situasi seperti ini. Semua terjadi di luar kendali tim nasional, dan kami hanya bisa menerimanya. Saya sama terkejutnya dengan semua orang karena kami tidak tahu apa pun tentang prosedur ini hingga diberitahu belakangan," jelasnya.
Dalam pernyataan resmi pada Selasa pagi, RFEF menyebut tindakan tersebut sebagai prosedur invasif dan mengekspresikan keheranan serta ketidaknyamanan karena tidak ada komunikasi sebelumnya.
"Minggu, 10 November pukul 13.47, kami baru mengetahui bahwa Lamine Yamal telah menjalani prosedur radiofrekuensi untuk mengatasi nyeri pubisnya di pagi hari yang sama," tulis pernyataan tersebut.
"Prosedur ini dilakukan tanpa pemberitahuan kepada staf medis timnas. Kami baru menerima laporan lengkap pada pukul 22.40 malam, yang menyebutkan rekomendasi istirahat selama 7–10 hari. Demi kesehatan dan keselamatan pemain, kami memutuskan untuk melepas Yamal dari pemanggilan kali ini," lanjutnya.
Barcelona dilaporkan khawatir cedera Yamal merupakan pubalgia kronis, cedera pangkal paha yang sering dialami atlet muda karena ketidakseimbangan otot di area perut dan selangkangan. Cedera ini dikenal sulit sembuh total dan membutuhkan penanganan hati-hati.
Biasanya, terapi fisik dan istirahat menjadi langkah utama, namun Yamal memilih prosedur radiofrekuensi untuk meredakan rasa nyeri.
Sebelumnya, pelatih Barcelona Hansi Flick sempat melontarkan kritik keras terhadap timnas Spanyol yang dinilai memaksa Yamal bermain meski dalam kondisi tidak fit.
"Lamine pergi ke timnas dengan rasa sakit, tidak berlatih, dan bermain dengan obat pereda nyeri. Mereka unggul tiga gol di setiap pertandingan, tapi dia tetap dimainkan selama 79 dan 73 menit. Ini bukan cara merawat pemain," ungkap Flick.
Sebagai salah satu remaja dengan bayaran tertinggi di dunia (sekitar GBP 325.000 per minggu), Yamal kini berada di tengah tarik-menarik kepentingan antara klub dan negara. Dengan Piala Dunia yang akan digelar tahun depan, manajemen beban fisiknya menjadi hal yang krusial.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
