Real Madrid (Instagram @realmadrid)
JawaPos.com - Beberapa tahun belakangan ini, Real Madrid mengambil pendekatan yang berbeda dalam perekrutan pemain. Klub yang dulunya terkenal dengan kebiasaan mendatangkan pemain bintang dalam proyek Los Galacticos, kini memilih strategi jangka panjang.
Real Madrid lebih fokus mendatangkan talenta muda terbaik dunia untuk membangun masa depan tim. Sebut saja Franco Mastantuono, Arda Guler, hingga Endrick, semuanya didatangkan ke Santiago Bernabeu sebagai investasi jangka panjang.
Meskipun para pemain muda tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi bintang, level mereka masih jauh dibanding generasi sebelumnya yang diisi oleh pemain-pemain sekelas Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, hingga Toni Kroos.
Tak heran jika kemudian Xabi Alonso didatangkan sebagai pelatih. Pengalamannya membawa Bayer Leverkusen bersinar bersama skuad muda diharapkan bisa terulang di Real Madrid yang kini juga dipenuhi talenta muda berbakat.
Namun, pendekatan baru Real Madrid ini mendapat sorotan dari mantan bintangnya, Álvaro Benito. Terutama setelah penampilan kurang meyakinkan di Anfield yang berakhir dengan kekalahan 1-0 dari Liverpool.
Melansir dari Mundo Deportivo, dalam wawancaranya Benito menilai peluang Real Madrid dalam meraih gelar dengan skuad muda tersebut.
Ia mengawali dengan menyebut bahwa generasi sebelumnya memiliki level jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sekarang, menekankan adanya perbedaan kualitas yang signifikan.
"Dalam beberapa tahun terakhir, Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Karim Benzema, Isco, Luka Modric, Toni Kroos, Casemiro, Sergio Ramos, Pepe, Varane, dan Marcelo telah meninggalkan Madrid," ujar Benito, menyebut jajaran pemain top Real Madrid di era sebelumnya.
Benito melanjutkan bahwa meskipun pemain-pemain yang datang ke Real Madrid saat ini tergolong hebat, hanya Kylian Mbappe dan Jude Bellingham yang berada di level yang sama dengan para legenda sebelumnya.
"Mereka yang datang (saat ini) adalah pemain-pemain bagus, dan Real Madrid akan selalu memiliki pemain hebat. Tapi di level itu, mungkin hanya ada Mbappe dan Bellingham," tambahnya.
Benito juga menyoroti perubahan besar yang terjadi di bawah komando Xabi Alonso.
Menurutnya, Real Madrid dahulu dikenal sebagai klub bertabur bintang yang tidak terlalu bergantung pada taktik atau disiplin permainan. Hal tersebut bisa diterapkan karena kualitas individu pemainnya sudah cukup untuk membawa tim meraih kemenangan.
"Real Madrid telah membuat kami terbiasa dengan kurangnya ketegasan dan keteraturan taktik sepanjang musim. Bahkan terkadang, tim ini membiarkan diri mereka sedikit lengah," ujar Benito.
Kini, Alonso membawa pendekatan taktik yang lebih disiplin. Meski kadang dianggap membatasi kreativitas pemain, hal itu dinilai perlu mengingat banyaknya pemain muda dalam skuad Real Madrid saat ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022