3 Masalah yang Perlu Diperbaiki Xabi Alonso di Real Madrid Selama Jeda Internasional
JawaPos.com - Para penggemar Real Madrid memang punya alasan untuk tersenyum lebar. Klub kesayangan mereka kini memuncaki klasemen La Liga setelah menang meyakinkan 3-1 atas Villarreal.
Sementara dua rival utamanya, Barcelona dan Atletico Madrid, sama-sama kehilangan poin berharga. Dengan keunggulan dua poin di puncak, suasana di Santiago Bernabeu tampak kondusif.
Namun, di balik hasil-hasil positif itu, masih ada sejumlah persoalan yang perlu segera dibereskan oleh Xabi Alonso jika ingin menjaga momentum hingga akhir musim.
Meski Real Madrid tampil solid, kekalahan dari Atletico Madrid di liga dan PSG di Piala Dunia Antarklub memperlihatkan bahwa tim ini belum sepenuhnya sempurna.
Jeda internasional datang di waktu yang tepat bagi Alonso untuk mengevaluasi tim dan memperbaiki tiga masalah utama yang bisa menentukan nasib mereka di sisa musim seperti dilansir dari Madrid Universal.
1. Menangani Skuad Penuh Bintang
Mengelola tim bertabur bintang memang terdengar seperti mimpi, tetapi bagi Alonso, justru di situlah tantangannya. Real Madrid memiliki anggaran besar dengan batas gaji yang jauh lebih tinggi dari rival-rivalnya.
Akibatnya, bangku cadangan mereka diisi oleh pemain-pemain top yang sebenarnya layak jadi starter di klub mana pun. Contohnya Endrick yang diboyong dengan harga sekitar €60 juta, tapi hingga kini jarang mendapat kesempatan bermain.
Hal serupa juga terjadi pada Dani Ceballos dan beberapa pemain lain yang sulit menembus tim utama. Kedalaman skuad memang berguna saat badai cedera melanda, namun bisa menciptakan masalah tersendiri.
Setiap kali Alonso melakukan rotasi, muncul perdebatan: siapa yang pantas starter, siapa yang tidak. Agen pemain pun mulai ikut bersuara, dan drama di luar lapangan terkadang mengalihkan fokus dari tujuan utama yakni: memenangkan trofi.
Berbeda dengan banyak klub lain yang punya susunan pemain jelas, di Madrid hampir setiap keputusan pelatih jadi bahan diskusi panas.
Alonso perlu menemukan keseimbangan antara menjaga keharmonisan ruang ganti dan memastikan kompetisi internal tetap sehat. Ia harus mampu menegaskan bahwa kesuksesan tim jauh lebih penting daripada kepentingan individu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
