Gianluigi Donnarumma (Instagram @donnarumma)
JawaPos.com – Paris Saint-Germain resmi melepas Gianluigi Donnarumma ke Manchester City setelah negosiasi kontrak buntu dan permintaan gaji tinggi menjadi penghalang.
Dilansir dari laman SI pada Senin (29/9), Penjaga gawang asal Italia itu pindah ke Etihad Stadium dengan nilai transfer sekitar EUR 26 juta atau Rp 508 miliar pada bursa musim panas ini.
Proses kepindahan baru diselesaikan menjelang tenggat waktu transfer ketika City memanfaatkan situasi sulit PSG.
Baca Juga: Gianluigi Donnarumma Ceritakan Keinginannya Bertahan di PSG Sebelum Bergabung Manchester City
Luis Campos selaku penasihat strategis PSG mengungkapkan bahwa kebijakan gaji baru klub menjadi alasan utama penjualan Donnarumma.
Campos juga menegaskan klub kini lebih mengutamakan kontrak berbasis bonus dan prestasi dibanding gaji pokok besar. Campos menyebut bahwa Donnarumma menginginkan nominal gaji setara kebijakan lama yang sudah tidak berlaku.
Kepala pelatih Luis Enrique sebelumnya menyatakan dirinya mencari profil kiper berbeda, namun Campos menekankan faktor finansial lebih dominan.
Donnarumma berada di tahun terakhir kontraknya dan pembicaraan perpanjangan tidak menghasilkan kesepakatan. PSG merasa perlu menjaga keseimbangan finansial agar kebijakan baru dapat diterapkan ke seluruh skuad.
Donnarumma sendiri mengonfirmasi kepergiannya pada 12 Agustus setelah dicoret dari skuad utama demi kiper baru Lucas Chevalier.
Donnarumma sering mengungkap bahwa keputusan itu bukan keinginannya, tetapi pihak klub yang menentukan. Enrique pun mengakui kebijakan klub menjadi pertimbangan besar di balik keputusan pergantian penjaga gawang.
Agen Enzo Raiola menilai PSG telah mengubah aturan main dalam negosiasi kontrak. Menurut Raiola, Donnarumma sempat menerima gaji lebih rendah pada musim sebelumnya dengan harapan perpanjangan. Namun, sikap klub berubah drastis menjelang awal Agustus, membuat kesepakatan sulit dicapai.
Campos menegaskan kebijakan gaji berbasis prestasi berlaku bagi semua pemain tanpa pengecualian.
Canpos turut menambahkan bahwa stabilitas klub lebih penting daripada nama besar siapa pun. PSG menargetkan para pemain mendapat bayaran lebih besar hanya jika tampil dan berkontribusi maksimal.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
