Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 05.00 WIB

Menpora Malaysia Buka Suara! Ini Pernyataan Tegas Terkait Sanksi Rp 7,3 Miliar FIFA pada FAM

Menpora Malaysia YB Hannah Yeoh berikan pernyataan usai sanksi FIFA ke FAM. (Dok. Instagram/@hannahyeoh) - Image

Menpora Malaysia YB Hannah Yeoh berikan pernyataan usai sanksi FIFA ke FAM. (Dok. Instagram/@hannahyeoh)

JawaPos.com - Menpora Malaysia, YB Hannah Yeoh, akhirnya buka suara terkait sanksi berat yang dijatuhkan FIFA kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi. Dalam pernyataannya, ia menegaskan kementerian akan memantau proses hukum hingga tuntas demi menjaga nama baik sepak bola Malaysia di mata dunia.

Lewat unggahan di Instagram Story, Hannah menyampaikan keprihatinan mendalam atas putusan FIFA. Ia menyebut kasus ini bukan hanya persoalan tujuh pemain, melainkan juga menyangkut kehormatan tim nasional Malaysia secara keseluruhan. 

Hannah mendorong FAM agar segera menempuh proses banding di tingkat FIFA maupun jalur hukum internasional. Menurutnya, langkah ini menjadi prioritas utama untuk memastikan masalah selesai secara menyeluruh dan adil.

“Prioritas utama FAM saat ini adalah menyelesaikan proses banding hukum FIFA dan internasional hingga tuntas sepenuhnya. Dampak dari masalah ini tidak hanya melibatkan ketujuh pemain, tetapi juga seluruh tim nasional kami,” tegas Hannah.

Ia juga mengingatkan agar semua pihak yang terlibat menjaga integritas sepanjang proses banding berlangsung. Menurut Hannah, hanya dengan cara itu nama baik Malaysia di kancah internasional bisa tetap terjaga.

Tak hanya itu, Hannah mengaku kecewa sekaligus marah atas keputusan FIFA. Emosi itu, katanya, juga dirasakan ribuan pendukung Harimau Malaya yang setia mendukung tim nasional di berbagai ajang.

“Seperti ribuan penggemar Harimau Malaya di luar sana, saya juga sedih dan marah membaca keputusan FIFA. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan, biarkan proses banding selesai dulu, baru kita lanjutkan,” tulisnya.

Meski kecewa, ia memastikan tetap fokus memperjuangkan kepentingan para atlet Malaysia. Hannah menegaskan komitmennya melindungi hak dan kesejahteraan setiap atlet, tanpa memandang asal-usul atau latar belakang mereka.

“Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, saya tetap berkomitmen untuk melindungi hak dan kesejahteraan setiap atlet Malaysia, apakah Anda bernama Azizul, Pearly, Thinaah, Pandelela, Gabriel atau Rodrigo,” tambahnya.

Pernyataan Hannah datang setelah FIFA resmi menjatuhkan sanksi berat kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Mereka dianggap menggunakan dokumen palsu untuk bisa memperkuat Harimau Malaya dalam ajang internasional. 

Ketujuh pemain itu adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garces, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Mereka semuanya dijatuhi larangan bermain selama 12 bulan serta denda sebesar 2.000 franc Swiss per pemain.

Sementara itu, FAM sebagai institusi juga ikut menerima hukuman berat. Badan sepak bola dunia itu menjatuhkan denda 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,3 miliar kepada FAM. FIFA menilai FAM bersalah karena mengajukan dokumen palsu yang membuat para pemain tersebut bisa tampil dalam laga resmi. Termasuk di antaranya kemenangan 4-0 Malaysia atas Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Keputusan ini jelas menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia. Pasalnya, keberadaan para pemain naturalisasi semula diharapkan mampu memperkuat skuad Harimau Malaya di level internasional. Namun kini, Malaysia harus menata ulang strategi setelah kehilangan tujuh pilar andalan. Sanksi ini juga membuat FAM berada dalam sorotan tajam publik internasional.

Di tengah tekanan besar tersebut, suara tegas Menpora Malaysia menjadi penting untuk memberikan arah dan harapan. Hannah meminta semua pihak bersatu menghadapi ujian ini dan tetap percaya pada proses hukum yang sedang berjalan. 

Kasus ini menjadi pengingat integritas dalam olahraga adalah hal utama. Hannah berharap momentum ini bisa menjadi pelajaran berharga agar sepak bola Malaysia lebih berhati-hati dan transparan dalam segala urusan administratif. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore