
Pelatih Arsenal Mikel Arteta dan Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Dok. Manchester City)
JawaPos.com-Arsenal menahan imbang Manchester City 1-1 dalam lanjutan Premier League, Minggu (21/9). Gol dramatis Gabriel Martinelli di menit ke-92 membuat tim asuhan Mikel Arteta terhindar dari kekalahan, meski tetap menuai kritik atas strategi yang diterapkan.
Arteta menegaskan, dominasi Arsenal atas tim Pep Guardiola adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pelatih asal Spanyol itu bahkan membalas tudingan bahwa timnya bermain terlalu hati-hati.
Dia menyebut fakta Arsenal mampu menguasai jalannya laga justru menjadi bukti progres besar mereka di pentas Premier League.
Laga di Emirates Stadium berlangsung ketat. Manchester City sempat unggul lebih dulu lewat gol Erling Haaland pada babak pertama. Namun, Arsenal terus menekan hingga akhirnya Martinelli, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, sukses menjebol gawang Ederson di penghujung laga.
Hasil imbang itu membuat Arsenal menahan City pada catatan penguasaan bola terendah sepanjang 17 tahun karir Guardiola, yakni hanya 32,8 persen. Statistik ini menjadi sorotan karena jarang sekali tim mampu membuat The Citizens tertekan begitu lama.
Keputusan Arteta memainkan trio Martin Zubimendi, Declan Rice, dan Mikel Merino di lini tengah, tanpa sang kapten Martin Odegaard yang cedera, menuai pertanyaan. Begitu pula saat dia lebih memilih Leandro Trossard dan Noni Madueke ketimbang langsung menurunkan rekrutan anyar, Eberechi Eze.
“Dengan pengetahuan saya, mustahil memprediksi dominasi Arsenal selama 96 menit melawan tim Pep. Itu belum pernah terjadi dalam 17 tahun kariernya,” ujar Arteta dikutip dari TNT Sports.
Menurut dia, tidak adil jika hanya menilai jalannya laga dari keputusan satu pemain dimainkan atau tidak.
“Dominasi dan handbrake adalah dua hal berbeda. Saya terkejut ketika melihat statistiknya,” tegas Arteta.
Eberechi Eze yang didatangkan Arsenal dari Crystal Palace dengan mahar £67,5 juta atau sekitar Rp 1,36 triliun, punya peran penting, meski tidak turun sejak awal. Umpannya menjadi assist krusial untuk gol Martinelli.
Arteta menjelaskan, ada pertimbangan kebugaran yang membuatnya tidak langsung menurunkan Eze.
“Apakah dia bisa bermain 90 menit di posisi baru? Itu pertanyaan besar. Dia sudah bermain dua laga penuh sebelumnya. Jadi saya rasa keputusan itu wajar,” ungkap Arteta.
Meski hanya membawa pulang satu poin, Arteta menilai performa Arsenal bisa menjadi modal berharga untuk bersaing di Premier League musim ini. Suporter pun memberikan dukungan karena tim tampil dominan melawan juara bertahan.
“Kalau saya bisa belajar dari opini orang, saya akan senang. Tapi yang terpenting, kami menunjukkan karakter,” kata Arteta.
Hasil imbang Arsenal vs Manchester City di Premier League kembali menegaskan bahwa persaingan papan atas semakin ketat. Arteta tetap optimistis, menyebut dominasi timnya sebagai pencapaian besar melawan Pep Guardiola.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022