
Enzo Maresca akui marah pada Jorgensen. (dok. Chelsea)
JawaPos.com-Chelsea lolos ke babak berikutnya Piala Liga Inggris (Carabao Cup) usai menumbangkan Lincoln City dengan skor tipis 2-1, Selasa (23/9) malam waktu setempat. Namun, kemenangan itu tidak datang dengan mudah.
Sang pelatih, Enzo Maresca, secara jujur mengakui dirinya sempat marah besar saat jeda babak pertama karena The Blues tampil mengecewakan dan tertinggal lebih dulu.
Di laga yang berlangsung di Sincil Bank, Chelsea yang turun dengan beberapa pemain rotasi harus kebobolan lebih dulu lewat gol Rob Street pada menit ke-42. Gol tersebut membuat Lincoln City, klub kasta ketiga Liga Inggris, sempat bermimpi bisa membuat kejutan.
Chelsea yang berstatus juara dunia justru terlihat kesulitan membongkar pertahanan lawan di babak pertama. Meski demikian, hanya butuh lima menit di awal babak kedua untuk mengubah jalannya pertandingan.
Tyrique George membuka harapan dengan gol indahnya, lalu Facundo Buonanotte tampil tenang menuntaskan peluang untuk membawa Chelsea berbalik unggul 2-1. Keunggulan itu akhirnya bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Melansir dari Sports Mole, kemenangan ini terasa penting bagi Chelsea. Pasalnya, mereka sebelumnya gagal menang dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi. Hasil positif kontra Lincoln ini setidaknya menjadi suntikan moral, meski secara permainan masih jauh dari kata memuaskan.
Maresca dalam konferensi pers seusai laga menyebut dirinya tidak bisa menyembunyikan rasa marah saat jeda babak pertama.
"Saya benar-benar marah, karena kami sudah mempersiapkan laga dengan skenario yang ternyata persis terjadi di babak pertama," ungkap Maresca, dikutip dari laporan football.london.
Menurut Maresca, masalah utama di babak pertama bukan semata soal taktik, melainkan keinginan dan pengalaman bertanding.
"Jamie Gittens belum pernah bermain di laga seperti ini, begitu juga dengan Jorrel. Jadi, ini bukan hanya tentang kemampuan, tapi juga keinginan untuk berjuang lebih," tambah dia.
Namun, kemarahan Maresca di ruang ganti justru menjadi pemicu perubahan sikap anak asuhnya di babak kedua. Intensitas permainan meningkat, serangan lebih tajam, dan akhirnya Chelsea mampu menguasai pertandingan.
Situasi itu membuktikan bagaimana pengalaman menghadapi tim dari kasta bawah bisa menjadi pelajaran berharga bagi skuad muda The Blues. Selain membahas penampilan tim secara umum, Maresca juga memberikan pembelaan terhadap kiper Filip Jorgensen.
Pemain asal Denmark itu tampil tidak meyakinkan di laga ini, terutama saat menghadapi lemparan jauh dan umpan silang ke kotak penalti. Beberapa kali aksinya membuat jantung fans Chelsea berdebar, hingga muncul keraguan apakah dia layak mendapat menit bermain lebih.
Namun, Maresca menegaskan kondisi itu bukan kesalahan Jorgensen semata.
"Saya tidak tahu berapa banyak bola yang mereka masukkan ke kotak penalti malam ini. Jujur saja, itu tidak mudah untuk kiper mana pun," kata pelatih asal Italia itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022