
Chelsea bangkit pada babak kedua dengan kemenangan tipis 2-1 atas Lincoln City. (Instagram Chelseafc)
JawaPos.com-Malam yang semestinya berjalan mudah bagi Chelsea justru berubah menjadi drama yang membuat jantung pendukung The Blues berdebar kencang.
Berhadapan dengan tim League One, Lincoln City, di ajang piala domestik, skuad muda asuhan Enzo Maresca nyaris saja dipermalukan. Chelsea bahkan tertinggal lebih dulu di babak pertama.
Melansir dari The Guardian, lini belakang yang rapuh tak kuasa menahan gempuran bola-bola panjang dan lemparan ke dalam khas Lincoln. Gol Rob Street menjelang turun minum membuat publik yang hadir di Stamford Bridge seolah tak percaya dengan apa yang mereka saksikan.
"Kami sudah tahu sebelumnya, kami sadar dengan gaya permainan bola panjang, duel, lemparan ke dalam, setiap kali masuk ke kotak penalti. Saya tahu beberapa pemain kami belum pernah memainkan jenis pertandingan seperti ini," ucap Maresca.
Di ruang ganti, Maresca mengaku tak bisa lagi menahan emosinya karena dia memiliki ambisi yang membara yaitu membawa kemenangan bagi timnya.
"Tentu saja, saya harus marah. Kadang ini bukan soal taktik, tapi soal keinginan dan hasrat bertarung. Dan kami kesulitan. Tapi pengalaman seperti ini penting, jika nanti harus kembali melawan tim League One atau League Two di laga tandang, kami lebih siap," lanjut Maresca.
Lincoln tampil penuh percaya diri. Tim asuhan Michael Skubala itu jelas tak gentar melawan juara dunia antar klub. Sejak menit awal, mereka menunjukkan karakter seperti agresif, dan memanfaatkan setiap bola mati.
"Saya sangat bangga dengan cara anak-anak bekerja. Babak pertama luar biasa dan seharusnya bisa lebih dari 1-0. Kami ubah formasi dan benar-benar menekan mereka. Semua itu sesuai desain," kata Skubala yang dikutip dari The Guardian.
Street, sang pencetak gol, bahkan merasa seperti mendapat hadiah ulang tahun lebih awal.
"Mencetak gol melawan klub sebesar Chelsea, juara dunia, itu mimpi yang jadi kenyataan," ujar dia.
Namun, pesta Lincoln terhenti hanya lima menit setelah babak kedua dimulai. Tyrique George melepaskan tembakan keras yang membentur tiang sebelum masuk ke gawang, membuat Stamford Bridge bergemuruh lega. Tak lama berselang, Facundo Buonanotte mencetak gol keduanya sejak dipinjam dari Brighton, sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Pada akhirnya, Chelsea menutup laga dengan kemenangan tipis, meski bukannya tanpa rasa malu. Di menit-menit akhir, justru Lincoln yang membuat mereka terpaksa mengulur waktu.
"Tidak banyak tim yang bisa membuat Chelsea time-wasting di akhir pertandingan. Kami bisa membawa pulang rasa percaya diri besar dari sini," tutur Skubala dilansir melalui The Guardian.
Chelsea boleh saja lolos, tapi laga ini meninggalkan pesan jelas bahwa anak-anak muda Maresca masih harus belajar banyak soal mentalitas bertarung di atas lapangan.
