
Mantan manajer legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson. (X/@premierleague)
JawaPos.com-Sir Alex Ferguson, mantan manajer legendaris Manchester United, berbicara terbuka tentang masa-masa sulit setelah kepergian istrinya, Lady Cathy. Dia juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap risiko demensia di usia senja yang kini diderita adiknya.
Lady Cathy meninggal dunia pada Oktober 2023 di usia 84 tahun. Keduanya menikah sejak 1966 dan menjalani hampir enam dekade kehidupan bersama.
Ferguson menggambarkan sosok Cathy sebagai pusat keluarga, seorang istri, ibu, dan nenek, yang penuh kasih. Dia menekankan peran besar Cathy dalam mendukungnya, baik dalam kehidupan pribadi maupun sepanjang perjalanan panjang karirnya di dunia sepak bola.
Di usia 83 tahun, Ferguson juga menyinggung tentang rasa cemas terhadap kemungkinan demensia. Kekhawatiran ini muncul setelah melihat kondisi adiknya, yang mengalami masalah kesehatan serupa.
Dia menyebut bahwa ingatannya sejauh ini masih baik, namun tidak bisa memastikan bagaimana kondisinya di masa depan.
"Saya sendiri mengalami situasi ini, dengan adik saya. Ini tidak mudah. Saya harus sering menghubunginya. Dia mengenali saya, (tapi) ingatannya tidak bagus," ujar Sir Alex dikutip melalui laman The Mirror, Jumat (19/9).
"Tapi dia tidak buruk. Dia tidak bertambah parah, mari kita katakan begitu, dan itu sangat melegakan," imbuh Sir Alex.
"Hal itu selalu ada di pikiran saya. Anda berpikir, Saya ingin tahu apakah dia ada di sana sekarang, atau apakah saya harus meneleponnya. Saya mencoba melakukannya setiap hari," tutur Sir Alex Ferguson.
"Saya terus memberitahunya. Tuliskan semuanya. Saya rasa dia mencoba melakukannya, tapi dia sering lupa. Ketika Anda mencapai usia saya, Anda pasti sedikit khawatir apakah ingatan Anda akan bertahan," papar Sir Alex.
Untuk menjaga daya ingat, Ferguson kini aktif melakukan berbagai kegiatan, seperti mengisi teka-teki silang, bernyanyi, dan membaca. Dia juga mengaku suka mendalami sejarah, seperti Perang Saudara Amerika, dan bahkan mengunjungi beberapa medan pertempuran.
"Saya akan berusia 84 tahun pada bulan Desember dan ada saat-saat ketika saya lupa. Saya mungkin juga pernah mengalaminya 20, 30 tahun yang lalu... tidak ada yang diberkahi dengan ingatan 100 persen. Tapi dalam hal sepak bola, saat saya menjadi manajer, ingatan selalu penting. Sekarang saya banyak mengisi teka-teki silang, banyak bernyanyi, dan membaca," ujar Sir Alex.
"Saya cenderung mendalami sejarah, seperti perang sipil Amerika. Saya pergi ke beberapa medan perangnya di Amerika, yang sangat saya nikmati," terang dia.
Keterbukaan Ferguson dalam berbicara mengenai kehilangan dan kesehatan di usia lanjut menggambarkan perjalanan seorang tokoh besar sepak bola yang kini menghadapi fase baru dalam hidupnya dengan penuh tantangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022