
Ilustrasi Liga Champions. (web espn)
JawaPos.com-Liga Champions kembali bergulir pekan ini dengan wajah yang masih relatif baru. Setelah lebih dari dua dekade menggunakan sistem fase grup, UEFA resmi mengadopsi League Phase mulai musim 2024/2025.
Musim ini adalah edisi kedua, banyak penggemar masih berusaha memahami cara kerja format anyar yang mengubah jadwal, sistem kualifikasi, hingga hak kandang di babak gugur.
UEFA menegaskan, alasan utamanya adalah meningkatkan jumlah laga besar dan pendapatan siaran. Dengan 36 tim dan jadwal lebih panjang, federasi berharap lebih banyak pertandingan kelas berat di tahap awal. Kritikus menyebut langkah ini sebagai upaya komersial, tetapi penggemar netral mendapat suguhan laga top sejak awal.
Perbedaan paling mencolok adalah tidak ada lagi fase grup. Semua klub berada dalam satu klasemen liga raksasa dengan aturan:
Format dua leg tetap berlaku dari playoff hingga semifinal, dengan final satu leg di venue netral. UEFA memperluas kalender Eropa menjadi 10 pekan pertandingan, delapan di antaranya untuk Liga Champions.
Artinya, penggemar Indonesia bisa menikmati laga-laga besar larut malam hingga dini hari.
Kini hanya ada dua undian resmi playoff Knockout (30 Januari 2026) untuk tim peringkat 9–24. Undian 16 Besar (27 Februari 2026) untuk menentukan jalur bracket hingga final.
Tidak ada lagi perlindungan negara. Klub dari liga sama bisa langsung saling berhadapan sejak 16 besar. Contoh musim lalu Liverpool vs PSG terjadi di babak awal.
Perubahan lain yang sempat memicu kontroversi adalah penentuan hak kandang leg kedua berdasarkan merit League Phase.
Sistem ini menciptakan potensi duel raksasa lebih dini. Tim elite yang hanya finis di posisi 9–16 bisa bertemu kandidat juara sejak playoff. Bagi penonton, ini berarti lebih banyak laga panas. Bagi klub, margin kesalahan semakin kecil.
Format League Phase menandai era baru Liga Champions menjadikan lebih banyak pertandingan, jam tayang larut untuk penggemar Asia, dan jalur kompetisi yang menuntut konsistensi sejak awal. Bagi pecinta sepak bola Indonesia, siap-siap begadang karena kick-off 00.45 dan 03.00 WIB akan jadi prime time baru Eropa di tengah malam.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
