
Thomas Frank usulkan perubahan aturan sepak bola ke FIFA. (@spursofficial/Instagram).
JawaPos.com - Pelatih anyar Tottenham Hotspur, Thomas Frank, memunculkan wacana perubahan besar dalam sepak bola modern.
Frank menilai perlu ada inovasi berupa timeout di setiap babak serta penghapusan aturan handball yang dianggap merugikan banyak tim. Gagasannya ini menuai pro-kontra di kalangan pecinta sepak bola.
Dilansir dari Daily Mail (11/9), pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank, menyerukan perubahan aturan yang dapat mengubah jalannya pertandingan sepak bola.
Pelatih asal Denmark itu menilai, sepak bola seharusnya memberikan kesempatan bagi pelatih untuk memberi instruksi langsung kepada pemain melalui timeout.
“Saya ingin ada satu timeout di setiap babak. Dari perspektif pelatih, saya rasa akan sangat menyenangkan jika ada kesempatan selama pertandingan untuk berbicara kepada para pemain dan dapat menyesuaikan sesuatu,” kata Frank.
Saat ini, pelatih hanya dapat memberi instruksi dengan berteriak dari pinggir lapangan atau memanfaatkan waktu jeda babak pertama.
Tak hanya soal timeout, Frank juga menyoroti aturan handball yang menurutnya tidak adil. Frank menilai keputusan memberi penalti hanya karena bola mengenai tangan pemain di kotak penalti telah merusak esensi permainan.
“Tapi saya benar-benar tidak mengerti, bagaimana jika bola hanya menyentuh lengan seorang pemain dan menyentuh di area tertentu, itu dapat memberikan kesempatan terbesar dalam sebuah pertandingan,” ujar Frank.
Pernyataan ini muncul di tengah awal musim positif Frank bersama Tottenham. Dari tiga laga Premier League, Spurs meraih dua kemenangan dan sempat tampil solid melawan Paris Saint-Germain di UEFA Super Cup meski kalah lewat adu penalti.
Meskipun demikian, Frank menegaskan tujuannya tidak sekadar menang, tetapi juga membangun tim yang konsisten dan berkelanjutan.
Ide revolusioner Frank diprediksi akan menimbulkan perdebatan, terlebih ketika sepak bola modern sudah sarat dengan kontroversi VAR. Namun, baginya perubahan ini penting untuk membuat permainan lebih adil dan dinamis.
Seruan Thomas Frank menegaskan perlunya evaluasi regulasi dalam sepak bola. Wacana timeout dan penghapusan aturan handball bisa saja menuai penolakan, tetapi sekaligus membuka diskusi tentang bagaimana membuat pertandingan lebih adil bagi semua pihak.
FIFA sendiri belum memberikan tanggapan terkait apakah akan mempertimbangkan gagasan berani tersebut.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
