Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 23.23 WIB

Jelang Derby Manchester dan Kepergian Onana, Manchester United Masih Mempunyai PR Dibawah Mistar Gawang

Pelatih Manchester United Ruben Amorim.  (ig manchesterunited) - Image

Pelatih Manchester United Ruben Amorim.  (ig manchesterunited)

JawaPos.com-Menjelang derby Manchester, Manchester United kembali mendapat sorotan di posisi penjaga gawang, masalah yang seolah tak pernah tuntas. Kepergian Andre Onana ke Trabzonspor dengan status pinjaman semusim menjadi salah satu sorotan utama jelang derby melawan Manchester City, Minggu (14/9).

Meski kabar ini bisa dibilang solusi sementara, kenyataannya masalah inti masih menunggu untuk diatasi. Onana didatangkan United pada 2023 sebagai pengganti David De Gea dengan harga 47 juta pons.

Sayangnya, kiper asal Kamerun ini tak kunjung menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan klub sebesar United. Dari debut Premier League melawan Wolverhampton hingga kekalahan memalukan di Carabao Cup lawan Grimsby Town, performanya kerap menuai kritik.

Kesalahan demi kesalahan membuat tim sering kebobolan dan sorotan terhadap posisi kiper semakin tajam.

Siapa Kiper United Setelah Kepergian Onana?

Sejak musim panas ini, United sebenarnya punya rencana untuk memperkuat posisi kiper. Pelatih Ruben Amorim sempat mengincar Emiliano Martínez, kiper Argentina yang pernah memenangkan Piala Dunia.

Namun tawaran pinjaman yang rendah, gagal meyakinkan Aston Villa. Pilihan lain seperti Gianluigi Donnarumma juga tidak terealisasi. Akhirnya, United memilih Senne Lammens, kiper muda Belgia berusia 23 tahun dari Antwerp senilai 18,2 juta pons.

Masalahnya, Lammens masih dianggap kiper masa depan yang perlu waktu adaptasi di Premier League. Sehingga jelang derby lawan City, Amorim dihadapkan pada dilema, memulai dengan Altay Bayindir yang sering melakukan kesalahan, atau memberi debut kepada Lammens di pertandingan besar yang penuh tekanan.

Sementara itu, kepergian Onana yang sering blunder memang memberi sedikit lega, tapi pada kenyataannya, United belum mendatangkan pengganti yang bisa memberikan kepastian di bawah mistar. Sejarah kiper United memang penuh dengan inkonsistensi, mulai dari Massimo Taibi, Mark Bosnich, Fabien Barthez hingga Roy Carroll.

Onana kini menambah daftar itu, meski dengan harga dan ekspektasi jauh lebih tinggi. Masalah kiper ini menjadi ujian besar bagi Amorim. Setiap kiper baru yang datang ke Old Trafford selalu dibandingkan dengan legenda seperti Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, dan De Gea. Tekanan itu membuat setiap kesalahan makin terlihat.

Derby kontra Manchester City bukan laga biasa. City punya kiper handal seperti James Trafford dan Gianluigi Donnarumma yang relatif bebas tekanan, sedangkan United masih menimbang antara Bayindir dan Lammens.

Amorim harus membuat keputusan sulit, bertaruh pada Bayindir yang tidak meyakinkan atau memberi kesempatan Lammens untuk debut di laga yang sangat menegangkan.

Dengan kepergian Onana, fokus kini tertuju pada bagaimana United bisa menstabilkan posisi kiper sebelum pertandingan penting ini. Apakah Lammens siap menghadapi tekanan Old Trafford? Atau Bayindir akan tetap menjadi pilihan, meski catatan performanya penuh tanda tanya?

Satu hal yang jelas, masalah kiper United bukan sekadar kepergian Onana. Ini soal bagaimana klub menemukan sosok yang bisa diandalkan dalam jangka panjang, bukan sekadar solusi sementara.

Hingga saat ini, masalah itu tetap menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi Ruben Amorim, terutama menjelang derby yang selalu menjadi sorotan dunia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore