Pelatih PSG, Luis Enrique. (Istimewa)
JawaPos.com - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, dilarikan ke rumah sakit pada Jumat, (5/9), setelah mengalami kecelakaan saat bersepeda. Insiden tersebut membuat Enrique harus mendapatkan perawatan medis darurat sebelum akhirnya diputuskan untuk menjalani operasi.
Menurut keterangan resmi klub, Enrique mengalami patah tulang selangka akibat terjatuh dari sepeda. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, ia segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim medis kemudian memastikan bahwa operasi diperlukan guna memperbaiki cedera tersebut.
"Setelah terjatuh akibat bersepeda Jumat ini, pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, dilarikan ke unit gawat darurat dan akan menjalani operasi patah tulang selangka," tulis PSG dikutip melalui akun X klub, Sabtu (6/9).
"Paris Saint-Germain ingin menyampaikan dukungan penuhnya kepada Luis Enrique dan mendoakan kesembuhannya. Klub akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut," lanjut PSG.
Cedera patah tulang selangka umumnya membutuhkan waktu pemulihan sekitar enam hingga delapan minggu. Selama periode tersebut, pasien biasanya menggunakan alat penyangga dan menjalani program rehabilitasi agar bisa kembali beraktivitas normal.
Dengan kondisi tersebut, kehadiran Luis Enrique di pinggir lapangan untuk mendampingi PSG pada pertandingan-pertandingan mendatang, termasuk laga Ligue 1 melawan Lens dan Liga Champions menghadapi Atalanta, masih diragukan. Klub belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai siapa yang akan memimpin tim sementara dalam masa pemulihan sang pelatih.
Dilansir melalui laman Diario Sport, selama masanya memimpin tim Azulgrana, sangat umum bagi Enrique dan asistennya, Juan Carlos Unzue, untuk bersepeda saat tim sedang libur. Pantai Garraf, antara Castelldefels dan Sitges, biasanya menjadi salah satu rute favorit bagi para pelatih.
Di luar rutinitas tersebut, Enrique juga dikenal sebagai sosok yang aktif mengikuti ajang balap sepeda ekstrem. Ia pernah ambil bagian dalam Cape Epic di Afrika Selatan, yang dijuluki sebagai lomba sepeda gunung paling menantang di dunia. Dalam edisi 2023, ia menuntaskan delapan hari perlombaan dengan total jarak 658 kilometer serta 15.500 meter tanjakan. Itu menjadi kali ketiganya mengikuti ajang tersebut, setelah sebelumnya berpartisipasi pada 2013 bersama Unzué, dan pada 2018 bersama Tomas Latorre.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
