Tampak luar Seattle Stadium (Lumen Field), venue Piala Dunia 2026 yang terkenal sebagai salah satu stadion paling bising di dunia dengan panorama pusat Kota Seattle. (Dok. FIFA)
JawaPos.com — Seattle Stadium (Lumen Field) akan menjadi tuan rumah enam pertandingan Piala Dunia 2026 di Seattle, Amerika Serikat. Stadion berkapasitas 65.123 penonton ini dikenal sebagai salah satu stadion paling bising di dunia dan menjadi venue AS yang paling minim risiko cuaca panas ekstrem selama turnamen berlangsung.
Seattle menjadi salah satu kota penyelenggara yang menarik perhatian pada Piala Dunia 2026. Berlokasi sekitar 160 kilometer di selatan perbatasan Kanada, kota di kawasan Pacific Northwest tersebut menawarkan kondisi cuaca yang relatif nyaman dibandingkan venue lain di Amerika Serikat.
Dengan suhu rata-rata harian sekitar 22 derajat Celsius pada Juni, Seattle diprediksi menjadi lokasi pertandingan yang paling bersahabat bagi pemain maupun suporter.
Faktor ini menjadi keuntungan besar di tengah kekhawatiran cuaca panas yang menghantui sejumlah stadion lain di Amerika Serikat.
Seattle Stadium atau yang lebih dikenal sebagai Lumen Field memiliki desain khas berbentuk tapal kuda (horseshoe-shaped).
Bagian utara stadion dibuat terbuka sehingga memberikan panorama langsung ke gedung-gedung pencakar langit pusat Kota Seattle.
Stadion ini dibuka pada 2004 dan berdiri di lokasi bekas stadion legendaris Kingdome. Saat ini, venue tersebut menjadi kandang tim NFL Seattle Seahawks sekaligus klub MLS Seattle Sounders. Selain itu, klub sepak bola wanita Seattle Reign juga menggunakan stadion ini sejak 2022.
Tingginya intensitas penggunaan membuat permukaan lapangan biasanya menggunakan rumput sintetis agar lebih tahan terhadap jadwal pertandingan yang padat.
Kapasitas resmi stadion untuk Piala Dunia 2026 mencapai 65.123 penonton menurut FIFA. Angka tersebut menjadikannya salah satu venue besar yang siap menyambut puluhan ribu penggemar sepak bola dari seluruh dunia.
Salah satu sorotan terbesar terhadap Seattle Stadium muncul saat Piala Dunia Antarklub 2025. Demi memenuhi standar FIFA, panitia memasang lapangan rumput alami sementara sekitar 10 hari sebelum turnamen dimulai.
Namun hasilnya tidak berjalan sesuai harapan. Rumput tersebut cepat mengering karena lapisan tanah dianggap tidak cukup dalam untuk menyimpan kelembapan secara optimal.
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, bahkan melontarkan kritik tajam setelah timnya bermain di stadion tersebut. Ia mengeluhkan kualitas lapangan yang membuat aliran bola tidak berjalan normal.
Luis Enrique mengatakan bola memantul "seperti kelinci" saat pertandingan berlangsung. Komentar itu langsung menjadi perhatian publik dan memicu evaluasi terhadap kesiapan venue menjelang Piala Dunia 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
