Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 00.45 WIB

Kilas Balik! Walter Pandiani Terlibat Insiden Duel Panas Tak Terlupakan dengan Ronaldo di La Liga 2011/12

Walter Pandiani terlibat cekcok dengan sang Megabintang Cristiano Ronaldo. (Getty Images) - Image

Walter Pandiani terlibat cekcok dengan sang Megabintang Cristiano Ronaldo. (Getty Images)

JawaPos.com-Cristiano Ronaldo dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Namun, tidak semua lawan terkesan dengan perilakunya di lapangan.

Salah satunya Walter Pandiani. Mantan striker Osasuna itu buka suara soal insiden panas dengan Ronaldo yang terjadi 14 tahun lalu.

Kejadian itu terjadi dalam laga LaLiga musim 2011/12 lalu saat Osasuna menjamu Real Madrid. Laga berakhir dengan kekalahan 0-1 untuk tim tamu. Namun bukan hasil pertandingan yang dikenang, melainkan perseteruan antara Ronaldo dan Pandiani yang memanas hingga ke lorong ruang ganti.

"Penonton di sana memang agresif. Mereka bersiul dan menghina Ronaldo sejak pemanasan. Itu membuatnya kesal, dan dia mulai menendang bola ke arah penonton saat latihan tendangan bebas. Dia mulai pertandingan dalam kondisi panas." ujar Pandiani, dikutip dari Daily Mail Sport.

Selain momen tersebut, puncaknya terjadi saat terjadi pelanggaran terhadap pemain Osasuna. Ronaldo sempat mendorong Javier Camuñas, rekan setim Pandiani. Pandiani yang melihat kejadian itu langsung bereaksi.

"Aku mendorong balik Ronaldo. Dia lalu bertanya siapa aku dan berapa gajiku. Kami sempat bersitegang hingga ke lorong ruang ganti. Dia dan Sergio Ramos juga terlihat sangat emosi," ungkap Pandiani.

Pandiani mengaku kecewa dengan sikap megabintang asal Portugal itu. "Dia pemain hebat soal mencetak gol, tapi sikapnya saat itu sangat arogan. Perilakunya jauh dari sikap seorang panutan," tambah dia.

Tak hanya itu, Pandiani juga menyentil pernyataan pelatih Real Madrid saat itu, Jose Mourinho.

"Mourinho bilang aku cari panggung setelah 11 tahun main di La Liga. Tapi yang kulihat saat itu adalah ketidaksopanan dari seorang pemain besar." tandas Pandiani.

Laga tersebut menjadi salah satu titik balik dalam perebutan gelar La Liga musim itu. Gol tunggal Camuñas membuat Madrid kehilangan tiga poin penting. Di akhir musim, mereka harus puas di posisi kedua, tertinggal empat poin dari rival abadi, Barcelona.

Meski begitu, tak ada yang bisa menyangkal jejak Ronaldo di Real Madrid. Dalam sembilan musim, dia mencetak 450 gol dari 438 pertandingan dan membawa pulang empat trofi Liga Champions, dua gelar La Liga, dan berbagai piala domestik serta internasional.

Namun, bagi Pandiani, warisan terbesar bukan hanya soal angka di papan skor dan trofi yang berhasil ia raih bersama klub.

"Yang diingat orang juga adalah sikap. Dan menurutku, dalam hal itu, dia masih punya banyak PR,” ucap Pandiani.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore