
Ivan Rakitic yang pernah raih treble winners dengan Barcelona pensiun. (Dok. @barcelonafc)
JawaPos.com - Ivan Rakitic resmi mengucapkan selamat tinggal kepada dunia sepak bola profesional. Gelandang asal Kroasia berusia 37 tahun ini mengumumkan pensiunnya pada Senin (7/7), menutup perjalanan luar biasa yang penuh dengan trofi, emosi, dan momen-momen tak terlupakan.
Mantan pemain Sevilla dan Barcelona itu menyampaikan kabar perpisahannya lewat sebuah surat emosional di akun Instagram miliknya @ivanrakitic.
"Terima kasih, sepak bola," tulis Rakitic dengan penuh rasa haru, sembari mengenang tiap babak perjalanan kariernya mulai dari awal di FC Basel, berkembang di Schalke 04, masa keemasan di Sevilla, kejayaan bersama Barcelona, petualangan baru di Arab Saudi bersama Al-Shabab, hingga pulang ke tanah air di Hajduk Split.
Total, Rakitic mencatatkan 887 penampilan resmi, mencetak 125 gol, dan menyumbangkan 141 assist. Dari angka-angka tersebut, 323 laga ia lakoni bersama Sevilla, klub yang mengucapkan perpisahan penuh hormat kepada sang legenda pada hari yang sama. Di sana, ia mengangkat trofi Liga Europa, mencetak 53 gol, memberi 63 assist, dan mengenakan ban kapten dengan kebanggaan.
Namun, puncak kejayaannya tak diragukan lagi datang bersama FC Barcelona. Bersama raksasa Catalan itu, Rakitic meraih 15 gelar bergengsi, termasuk 4 trofi La Liga, 1 Liga Champions, 4 Copa del Rey, serta 1 Piala Dunia Antarklub. Gelandang elegan ini dikenal dengan visi bermain tajam, teknik tinggi, dan dedikasi tanpa kompromi di atas lapangan.
Tak hanya di level klub, Rakitic juga mencetak sejarah bersama timnas Kroasia. Ia tampil lebih dari 100 kali membela negaranya dan menjadi bagian penting dari skuad yang menembus final Piala Dunia 2018 di Rusia momen bersejarah bagi negara kecil dengan mimpi besar, sebelum akhirnya takluk dari Prancis di partai puncak.
Dalam surat perpisahannya, Rakitic tak hanya berterima kasih atas trofi-trofi yang ia raih. Ia juga menyoroti hal-hal yang lebih bermakna seperti persahabatan, pelajaran hidup, keluarga, dan kesempatan mewujudkan mimpi masa kecilnya.
"Kamu memberiku sebuah kehidupan-kehidupan yang akan selalu aku banggakan," tutupnya.
Dengan kepribadian rendah hati dan sikap profesional sepanjang karier, Ivan Rakitic meninggalkan jejak yang tak akan lekang oleh waktu. Dunia sepak bola melepasnya dengan penuh hormat, sebagai salah satu gelandang terbaik di generasinya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
