
Selebrasi Moise Kean setelah mencetak gol untuk Fiorentina. (Istimewa)
JawaPos.com – Manchester United kembali diselimuti spekulasi transfer yang menarik perhatian publik sepak bola Eropa. Kali ini, fokus mereka tertuju pada penyerang asal Italia, Moise Kean, yang tengah menikmati masa kebangkitannya bersama Fiorentina. Di tengah upaya untuk memperbaiki barisan depan mereka yang tumpul musim lalu, Setan Merah dikabarkan mendapat kesempatan emas untuk memboyong Kean—namun dengan syarat: mereka harus bergerak cepat sebelum tenggat waktu habis.
Musim lalu menjadi pengingat pahit bagi Manchester United. Kekalahan menyakitkan dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa semakin menegaskan bahwa mereka masih jauh dari performa ideal. Minimnya ketajaman lini depan menjadi masalah utama, dan Moise Kean muncul sebagai salah satu solusi potensial. Bukan tanpa alasan, performa Kean di Serie A musim ini cukup mengesankan dan membuka mata banyak klub besar, termasuk dari Liga Inggris.
Kean, yang kini berusia 25 tahun, sukses mengukir 19 gol dan 3 assist dalam 32 laga Serie A musim 2024/25 bersama Fiorentina. Kontribusinya tersebut berperan besar membawa La Viola kembali ke pentas Eropa. Menurut laporan dari Corriere dello Sport, sang pemain memiliki klausul rilis senilai 44 juta Poundsterling, atau setara dengan sekitar Rp923 miliar (dengan asumsi kurs 1 Poundsterling = Rp21.000) di kontraknya—sebuah angka yang tergolong "diskon" untuk pemain dengan produktivitas tinggi di liga top Eropa.
Namun, klausul tersebut tidak berlaku sepanjang musim panas. Manchester United harus mengaktifkan klausul tersebut dalam dua pekan pertama bulan Juli. Jika melewati tanggal 14 Juli, Fiorentina berhak menetapkan harga sesuka hati, yang tentu saja bisa lebih tinggi dari nilai klausul. Kesempatan emas ini jadi ujian bagi kesigapan tim rekrutmen Setan Merah yang kerap dicap lamban dalam urusan negosiasi.
Tak hanya Manchester United, klub-klub dari Liga Pro Saudi juga dikabarkan tertarik merekrut Kean. Meski begitu, hingga saat ini belum ada sinyal pasti dari sang pemain apakah ia mempertimbangkan pindah ke Timur Tengah di usia emas kariernya. Daya tarik bermain di Premier League masih diyakini menjadi opsi utama bagi pemain dengan pengalaman internasional seperti dirinya.
Berbicara soal pengalaman, Kean bukan nama asing bagi publik Inggris. Ia sempat mencicipi Premier League bersama Everton usai pindah dari Juventus pada jendela transfer musim panas 2019. Saat itu, ekspektasi tinggi menyertai kepindahannya. Sayangnya, kariernya di Goodison Park jauh dari kata memuaskan. Ia hanya mampu mencetak empat gol dalam 39 penampilan kompetitif—statistik yang membuatnya perlahan tersingkir dari sorotan.
Setelah periode kurang menyenangkan itu, Kean sempat dipinjamkan ke Paris Saint-Germain dan kembali ke Juventus, sebelum akhirnya menemukan kembali ketajamannya di Fiorentina. Di bawah pelatih Vincenzo Italiano, ia mendapatkan kepercayaan penuh dan mampu menjawabnya dengan performa tajam, serta konsistensi yang sebelumnya sulit ia jaga.
Kini, pertanyaannya adalah: apakah Manchester United siap memberi Kean kesempatan kedua di Premier League? Dan yang lebih penting lagi, apakah Kean bisa membuktikan bahwa ia bukan sekadar penyerang dengan potensi besar, tetapi juga pemain yang siap bersinar di panggung terbesar sepak bola Eropa?
Tak bisa dimungkiri, keputusan untuk merekrut Kean berpotensi menjadi titik balik bagi Manchester United—baik itu dalam arti positif maupun sebaliknya. Dengan usia yang masih berada dalam puncak karier, serta pengalaman bermain di tiga liga top Eropa (Italia, Inggris, dan Prancis), Kean merupakan opsi menarik untuk memperkuat lini depan United yang saat ini masih bergantung pada sosok seperti Rasmus Højlund dan Marcus Rashford.
Manchester United punya waktu hingga 14 Juli untuk membuat keputusan besar: membayar 44 juta Poundsterling, atau sekitar Rp923 miliar untuk Kean dan menambahkan amunisi baru di lini depan, atau kehilangan kesempatan dan berisiko menghadapi negosiasi yang lebih rumit dan mahal.
Baca Juga: Andre Onana Tak Laku di Bursa Transfer, Manchester United Buka Opsi Pinjamkan Kiper Asal Kamerun
Di tengah tekanan untuk kembali kompetitif di level domestik dan Eropa, pilihan ini bisa menentukan arah proyek Erik ten Hag ke depan. Kean bukan nama tanpa risiko. Tapi dengan motivasi untuk menebus kegagalan masa lalu, kombinasi usia, pengalaman, dan momentum performa membuatnya layak dicoba—selama waktunya tepat dan keputusan diambil cepat.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
