
Moises Caicedo. (dok. Chelsea)
JawaPos.com–Klub raksasa Inggris Chelsea harus menerima kenyataan pahit jelang laga krusial perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 kontra Palmeiras. Gelandang andalan mereka, Moises Caicedo, dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.
Kabar buruk ini datang tak lama setelah The Blues memastikan diri lolos ke delapan besar dengan kemenangan meyakinkan atas Benfica. Laga tersebut sendiri berlangsung dramatis dan penuh drama hingga dini hari waktu setempat.
Namun, kabar absennya Caicedo memberi keuntungan awal bagi wakil Brasil, Palmeiras, yang akan menghadapi Chelsea di Lincoln Financial Field, Philadelphia, pada 4 Juli malam waktu setempat.
Chelsea harus berjuang ekstra keras untuk bisa melewati babak 16 besar. Bertanding menghadapi Benfica di Stadion Bank of America, Charlotte, pertandingan sempat tertunda karena badai dan sambaran petir.
Laga awalnya dihentikan sementara saat skor masih 1-0 untuk Chelsea. Setelah tertunda selama hampir dua jam, pertandingan akhirnya dilanjutkan dan berakhir menjelang pukul 2 pagi waktu Inggris.
Meski sempat diwarnai kontroversi penalti Angel Di Maria dan Benfica harus bermain dengan 10 orang setelah Gianluca Prestianni dikartu merah, Chelsea tampil menggila di babak tambahan.
Christopher Nkunku, Pedro Neto, dan Kiernan Dewsbury-Hall, mencetak gol tambahan yang membawa Chelsea menang 4-1. Namun kemenangan ini juga menghadirkan konsekuensi. Moises Caicedo, yang tampil dominan sepanjang laga dan bahkan dianugerahi penghargaan Man of The Match, harus absen di laga berikutnya.
Menurut regulasi FIFA untuk Piala Dunia Antarklub, seorang pemain akan langsung menerima larangan bermain satu pertandingan jika mengoleksi dua kartu kuning sebelum babak semifinal. Caicedo mendapat kartu kuning keduanya di menit ke-61 saat melawan Benfica karena protes berlebihan kepada wasit.
Ironisnya, meski mendapat kartu, pemain asal Ekuador itu justru menjadi motor utama kemenangan Chelsea. Dia berperan penting dalam proses terciptanya gol Nkunku dan Neto, bahkan hampir mencetak gol sendiri lewat tembakan yang gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Benfica, Anatoliy Trubin.
Pelatih Enzo Maresca kini dipaksa memutar otak. Tanpa Caicedo, lini tengah Chelsea akan kehilangan sosok pemutus serangan yang agresif dan pengatur tempo dari zona tengah. Sebuah lubang yang tak mudah ditambal menjelang laga berat kontra Palmeiras.
Meski kehilangan Caicedo jadi pukulan telak, Maresca masih memiliki beberapa opsi untuk menjaga keseimbangan tim. Dalam laga melawan Benfica, Caicedo bermain sebagai double pivot bersama Romeo Lavia. Sementara Enzo Fernandez bermain lebih maju sebagai gelandang serang di antara Neto dan Cole Palmer.
Skenario pertama yang bisa dilakukan Maresca adalah menurunkan Enzo Fernandez lebih ke dalam untuk berduet dengan Lavia. Ini bisa membuka ruang bagi Christopher Nkunku untuk tampil sejak menit pertama, mengisi pos gelandang serang yang sebelumnya ditempati Enzo.
Skenario kedua, Palmer digeser ke tengah, lalu posisi sayap kanan bisa diisi Noni Madueke atau Tyrique George. Keduanya punya kecepatan dan kemampuan satu lawan satu yang bisa diandalkan.
Alternatif lainnya adalah menggunakan gelandang pengganti murni untuk Caicedo. Nama-nama seperti Kiernan Dewsbury-Hall, Dario Essugo, atau bahkan Andrey Santos, bisa menjadi opsi. Ketiganya memiliki kemampuan bertahan dan mobilitas yang cukup baik untuk menutup area yang ditinggalkan Caicedo.
Satu opsi kuda hitam adalah Reece James. Meski dikenal sebagai bek kanan, sang kapten punya kemampuan taktis yang mumpuni dan pernah dimainkan di lini tengah pada masa-masa tertentu, terutama saat dibutuhkan tambahan tenaga bertahan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
