
Gennaro Gattuso menjadi kandidat utama untuk posisi pelatih kepala tim nasional Italia. (dok. X)
JawaPos.com-Gennaro Gattuso resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia menggantikan Luciano Spalletti. Di bawah arahan Gattuso, Gli Azzurri diyakini akan mengalami peremajaan skuad.
Pergantian kursi pelatih Italia terjadi setelah Gianluigi Donnarumma dkk menderita kekalahan dari Norwegia 3-0 di laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026, Sabtu (7/6). Pelatih 66 tahun itu langsung dibebastugaskan meski masih memimpin di matchday kedua kontra Moldova (10/6).
Kendati berhasil menang dengan skor 2-0, keputusan federasi Italia sebelumnya sudah tidak dapat digugat. Tidak sampai seminggu, Gennaro Gattuso ditunjuk untuk mengisi kursi tersebut.
Gattuso kembali ke Italia setelah musim lalu sukses membawa HNK Hajduk Split finis di posisi kedua Liga Kroasia. Legenda AC Milan ini akan memimpin Nicolo Barella dan kolega untuk melanjutkan perjuangan demi satu tempat di gelaran Piala Dunia 2026.
Saat ini, Italia menempati posisi tiga di klasemen sementara grup I dengan tiga poin, di bawah Norwegia dan Israel. Norwegia yang telah memainkan empat laga, belum sekalipun merasakan kekalahan dan memimpin klasemen dengan 12 poin. Israel berada di bawahnya dengan enam poin hasil dari dua kemenangan dan satu kekalahan.
Gattuso akan memulai debutnya sebagai nakhoda Timnas Italia pada FIFA Matchday pada September. Gli Azzurri dijadwalkan akan berjumpa Estonia pada Sabtu (6/9) dan Israel tiga hari setelahnya.
Datang dengan bekal pengalaman 12 tahun menjadi pelatih kepala, pendekatan taktik yang akan digunakan Gattuso dalam membesut Gli Azzurri menjadi sorotan. Selama karir kepelatihannya, mantan juru taktik Napoli ini lebih suka menggunakan formasi awal dengan empat bek. Namun, berubah menjadi tiga bek sejak jelang akhir musim lalu.
Mengingat skuad Timnas Italia terbiasa bermain dengan tiga bek di bawah asuhan Spalletti dan formasi ini banyak digunakan klub papan atas Serie A, Gattuso diprediksi juga akan menggunakan pendekatan ini.
Dalam skuadnya saat ini, pelatih 47 tahun tersebut memiliki deretan bek ternama. Mulai dari Alessandro Bastoni, Federico Gatti, Luca Ranieri, Diedo Coppola, hingga Daniele Rugani, yang akrab dengan pola permainan tiga bek.
Dilansir dari Football Italia, hal baru yang diperkirakan akan terjadi di era Gattuso adalah peremajaan skuad. Pria kelahiran 9 Januari 1978 ini dikenal sebagai pelatih yang tidak ragu memberi menit bermain untuk pemain muda.
Seperti saat di Hajduk Split, dia banyak menggunakan pemain-pemain U-21 untuk dimainkan. Di antaranya seperti Rokas Pukstas, 20; Dominik Prpic, 21; Niko Sigur, 21; Simun Hrgovic, 21; dan Bruno Durdov, 17; yang telah diberi lebih dari 30 kesempatan tampil dalam semusim.
Italia memiliki sejumlah pemain muda yang menonjol di Timnas U-21 seperti Cesare Casadei, Tommaso Baldanzi, Francesco Pio Esposito, dan Niccolo Pisilli. Cesare dan Niccolo sudah sempat dipanggil untuk tim senior. Bahkan Niccolo yang saat ini membela AS Roma telah melakukan debut pada laga UEFA Nations League melawan Belgia (10 Oktober 2024).
Tommaso dan Francesco yang tampil menawan di timnas kelompok umur diprediksi akan menjadi incaran Gattuso untuk melengkapi skuadnya.
Berdasar Transfermarkt saat berpartisipasi pada Euro 2024, skuad Italia memiliki rerata umur 25,8 tahun. Komposisi ini terbilang tidak terlalu senior apabila dibandingkan dengan Skotlandia dan Jerman yang menjadi dua teratas dengan masing-masing 27,3 dan 27,2 tahun.
Secara individu, pemain tertua yang berada di skuad adalah gelandang Atalanta Davide Zappacosta yang berusia 33 tahun. Sedangkan yang termuda adalah bek Hellas Verona Diego Coppola yang baru berusia 21 tahun.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
