
Xabi Alonso. (IG @xabialonso)
JawaPos.com - Xabi Alonso resmi mengambil alih kursi pelatih Real Madrid, menggantikan Carlo Ancelotti. Tapi bagi banyak Madridista, ini bukan sekadar pergantian pelatih.
Rasanya lebih seperti seseorang yang pulang ke kampung halaman. Alonso sendiri mengakui bahwa kembali ke Madrid adalah sesuatu yang sangat spesial baginya.
Alonso bukan sosok asing, bukan pula anak kemarin sore. Sebagai pemain, ia memenangkan trofi bergengsi bersama Real Madrid dan tim nasional Spanyol.
Sebagai pelatih, namanya semakin diperhitungkan setelah sukses membawa Bayer Leverkusen mematahkan dominasi Bayern Munich di Bundesliga.
Meski baru memulai karier kepelatihannya, Alonso sudah menunjukkan filosofi yang jelas, kepemimpinan yang kuat, dan mental juara.
Musim lalu, Real Madrid mengalami musim yang terasa hambar. Di bawah Ancelotti, ada momen-momen di mana tim seperti kehilangan arah.
Kini, harapan baru tumbuh. Madridista percaya Alonso bisa membawa kembali identitas sejati klub. Dan dari semua itu, berikut beberapa hal yang layak kamu harapkan dari Real Madrid di bawah kepemimpinannya, seperti dilansir dari Madrid Universal.
1. Perubahan Taktik yang Bermakna
Di era Ancelotti, Real Madrid kerap berganti-ganti formasi—dari 4-3-3 ke 4-2-3-1 bahkan ke 4-4-2. Memang fleksibel, tapi justru membuat ritme dan kekompakan tim sulit terjaga.
Pemain-pemain seperti Jude Bellingham dan Rodrygo kerap tampil di luar standar mereka. Walaupun ada momen-momen magis dari Kylian Mbappe dan Vinicius Jr., tetap terasa bahwa tim butuh arah yang lebih jelas.
Alonso dikenal menyukai sistem tiga bek, dengan bek sayap yang aktif naik menyerang. Ini bisa jadi sebuah titik balik besar.
Bayangkan pemain seperti Alvaro Carreras dan bahkan Trent Alexander-Arnold jika bergabung—gaya menyerang mereka akan sangat cocok dalam sistem ini. Alonso ingin bek sayap berani, tapi tetap disiplin.
Di sisi lain, lini belakang dengan nama-nama seperti Dean Huijsen, Antonio Rudiger, dan Raul Asencio menawarkan kombinasi ideal antara pengalaman dan semangat muda.
Bukan hanya soal skema. Di bawah Alonso, setiap pemain tahu perannya. Ada struktur, ada misi. Dan yang terpenting, ada rasa percaya diri yang kembali tumbuh. Tapi perubahan ini juga bisa berarti akhir bagi beberapa pemain.
Nama seperti Ferland Mendy dan Rodrygo mulai disebut-sebut sebagai korban sistem baru. Sepak bola kadang kejam, tapi itulah harga yang harus dibayar untuk berkembang.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
