
Ousmane Dembele bakal beradu tajam dengan Lautaro Martinez di final Liga Champions 2024/2025. (Istimewa)
JawaPos.com — Final Liga Champions 2024/2025 antara Paris Saint-Germain dan Inter Milan bukan hanya soal trofi, tapi juga duel sengit dua pemain paling berpengaruh: Ousmane Dembele dan Lautaro Martinez. Keduanya tampil memukau sepanjang musim dan siap mencuri panggung di Allianz Arena, Munich, Sabtu malam nanti.
Ousmane Dembele mencatatkan musim terbaiknya di Eropa dengan delapan gol dan empat assist. Itu menjadikannya pemain PSG dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions.
Sementara Lautaro Martinez hanya butuh satu gol lagi untuk menjadi pemain Inter pertama yang mencetak 10 gol dalam satu musim kompetisi Eropa. Ia sudah mencetak gol di babak 16 besar, perempat final, dan semifinal dan kini membidik final.
Dembele menjadi roh serangan PSG di bawah asuhan Luis Enrique, yang tengah memburu treble keduanya setelah sukses bersama Barcelona pada 2015. PSG pun tampil dominan sepanjang musim ini, menjadi tim dengan jumlah tembakan terbanyak (1.074), tembakan tepat sasaran terbanyak (450), dan big chance terbanyak (280).
Tak hanya tajam, PSG juga agresif dalam menguasai kotak penalti lawan, mencatat 2.207 sentuhan di area tersebut, hanya kalah dari Manchester City. Di balik performa ofensif itu, kontribusi Dembele menjadi elemen kunci yang membedakan PSG dari lawan-lawannya.
Sementara itu, Lautaro memimpin lini depan Inter Milan yang tampil solid dan efisien di sepanjang fase knockout. Tim asuhan Simone Inzaghi itu selalu mencetak minimal dua gol di setiap laga fase gugur, termasuk melawan Barcelona di semifinal.
Inter menunjukkan keseimbangan luar biasa antara serangan dan pertahanan. Mereka sudah mencetak 26 gol, menyamai rekor klub di musim 2002-2003, dan menjaga delapan clean sheet—terbanyak di Liga Champions musim ini.
Pertahanan kuat Inter tak lepas dari kontribusi kiper Yann Sommer yang mencatat tujuh clean sheet dan menjadi penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak ketiga musim ini.
Berdasarkan data xGOT (expected goals on target), Sommer sudah mencegah 5,9 gol lebih banyak dari yang seharusnya.
Di depan Sommer, bek veteran Francesco Acerbi tampil solid dan mencetak gol penting di semifinal. Meski berusia 37 tahun, Acerbi tetap menjadi pilihan utama dan simbol pengalaman Inter yang mengandalkan banyak pemain 30 tahun ke atas.
PSG justru sebaliknya, hanya satu pemain mereka yang berusia di atas 30 tahun yaitu sang kapten Marquinhos. Ini memperlihatkan duel final sebagai pertemuan dua filosofi berbeda: PSG yang dinamis dan muda, melawan Inter yang penuh pengalaman.
Duel Dembele vs Lautaro akan menjadi simbol dari pertarungan dua pendekatan itu. Dembele lincah, cepat, dan penuh kejutan di sisi sayap; sementara Lautaro adalah predator kotak penalti yang mematikan.
Jika Lautaro mencetak gol di final, ia akan menyamai rekor elite pemain yang mencetak gol di semua babak knockout Liga Champions dalam satu musim. Nama-nama seperti Messi, Ronaldo, dan Milito pernah melakukannya, dan kini Lautaro berpeluang bergabung dengan mereka.
Sebaliknya, Dembele ingin mempersembahkan gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah PSG. Ia juga berpeluang mencetak sejarah sebagai pemain dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions untuk PSG.
Secara statistik, PSG sedikit diunggulkan dengan peluang 56,6% versi superkomputer Opta. Inter mendapatkan 43,4%, dengan 26,4% kemungkinan laga berlanjut ke extra time dan penalti.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
