
Kevin De Bruyne (Dok. Instagram @kevindebruyne)
JawaPos.com - Manchester City bukan hanya kehilangan salah satu pemain terbaiknya, tapi juga melepas sosok yang telah menjadi ikon dalam satu dekade terakhir. Kevin De Bruyne, gelandang elegan yang dikenal dengan visi luar biasa dan umpan mautnya, memainkan laga terakhirnya di Etihad Stadium, Selasa (20/5) malam waktu setempat. Laga melawan Bournemouth yang berakhir dengan kemenangan 3-1 itu menjadi momen emosional, bukan hanya bagi De Bruyne, tapi juga seluruh pendukung The Citizens.
Atmosfer stadion mendadak hening dan khidmat ketika De Bruyne berdiri di tengah lapangan usai peluit panjang dibunyikan. Di hadapannya, ribuan pasang mata yang berkaca-kaca menyaksikan legenda mereka berpamitan. Tangis pecah, lagu "Seven Nation Army" menggema, tapi kali ini bukan untuk euforia kemenangan—melainkan perpisahan.
Sebuah Akhir, Tapi Juga Awal Warisan
Malam itu, bukan hanya menjadi akhir kisah De Bruyne di Etihad, tetapi juga awal dari warisan abadi yang akan dikenang sepanjang masa. Manajemen Manchester City memastikan, patung sang maestro akan dibangun di luar stadion, berdampingan dengan para legenda lainnya seperti Vincent Kompany, David Silva, dan Sergio Aguero.
De Bruyne datang ke City dari Wolfsburg pada tahun 2015. Tak banyak yang menyangka bahwa pemain berambut pirang ini akan menjelma menjadi jantung permainan City. Sepuluh tahun berlalu, ia bukan hanya meraih trofi demi trofi, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah kebesaran klub.
Emosi, Ucapan Perpisahan, dan Pengakuan Abadi
Usai pertandingan, De Bruyne mendapatkan guard of honour dari seluruh pemain dan staf Manchester City. Ia lalu berjalan ke tengah lapangan ditemani sang istri, Michele, dan ketiga anak mereka. Sebuah video penghormatan diputar di layar besar, menampilkan ucapan terima kasih dari keluarga, mantan rekan setim, hingga pelatih yang pernah bekerja bersamanya.
"Saya sangat emosional," ujar De Bruyne dengan suara bergetar. "Saya datang ke Manchester bersama istri saya dengan niat tinggal lama, tapi saya tidak pernah membayangkan akan bertahan selama 10 tahun dan melakukan semua yang telah kami lakukan."
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Manchester telah menjadi rumahnya. "Di sini anak-anak saya lahir. Kami sudah seperti bagian dari kota ini. Kami telah membangun masa depan besar untuk klub ini bersama-sama," tuturnya.
Yang paling menggetarkan tentu pengumuman resmi bahwa patung dirinya akan dibangun. "Itu berarti saya akan selalu menjadi bagian dari klub ini. Kapan pun saya kembali, saya bisa melihat patung saya di sana. Saya akan selalu berada di sini," ucapnya, disambut tepuk tangan panjang dari publik Etihad.
Dari Pemain, Jadi Simbol
De Bruyne bukan hanya pesepakbola hebat. Ia kini menjelma menjadi simbol kejayaan Manchester City era modern. Kontribusinya tidak sekadar tercatat di papan skor atau buku statistik. Ia adalah sosok yang menjembatani transisi City dari tim papan atas menjadi kekuatan dominan di sepak bola Eropa.
Selama satu dekade, De Bruyne mempersembahkan segalanya: empat gelar Liga Primer, satu Liga Champions, Piala FA, Piala Liga, hingga Piala Dunia Antarklub. Ia juga tercatat sebagai salah satu asisten terbaik dalam sejarah Premier League, dengan torehan lebih dari 100 assist di kompetisi domestik tersebut.
Tak heran bila City menempatkan De Bruyne sejajar dengan legenda lainnya. Setelah Kompany dan Silva mendapatkan patung pada 2021, serta Aguero pada 2022, kini giliran pemain asal Belgia itu mendapat kehormatan yang sama. Tahun 2023 lalu, patung trio legendaris Colin Bell, Mike Summerbee, dan Francis Lee juga diresmikan—membuktikan betapa klub menghargai warisan dan sejarahnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
