
Pelatih AC Milan Sergio Conceicao. (Dok. AC Milan)
JawaPos.com–Sergio Conceicao minta pemain AC Milan bisa menghadapi tekanan dalam laga final Coppa Italia melawan Bologna di Stadio Olimpico, Kamis (15/5) dini hari WIB.
Di musim yang mengecewakan bagi Milan, mereka berpotensi mengakhiri musim dengan dua trofi, setelah memenangkan Supercoppa Italiana melawan Inter Milan pada Januari.
Rossoneri berada di peringkat delapan Serie A, terpaut empat poin dari satu tempat di Liga Champions tahun depan dengan dua pertandingan tersisa. Milan akan menghadapi laga ini dengan kepercayaan diri tinggi, setelah mengalahkan Bologna, yang mereka hadapi di laga puncak, 3-1 di Stadio San Siro pada Jumat pekan lalu.
Mereka akan melakoni laga final Coppa Italia ke-13. Terakhir kali berlaga di final pada 2018, dengan kekalahan 0-4 dari Juventus.
Milan hanya sekali memenangkan trofi dalam enam penampilan terakhir mereka di final Coppa Italia. Yakni pada 2002/03 (skor agregat 6-3 atas Roma).
Ini akan menjadi kemenangan keenam di Coppa Italia dalam sejarah Milan. Conceicao percaya bahwa mengangkat trofi ini akan menjadi sebuah pelipur lara bagi musim yang mengecewakan bagi mereka.
“Pasti akan sangat menyenangkan jika kami bisa memenangkan trofi ini dan memuaskan para penggemar di tahun yang sulit,” kata Conceicao seperti dilansir dari laman resmi klub.
"Dari luar, kami mungkin terlihat marah, tetapi sebenarnya tidak demikian. Kami memiliki kegembiraan yang luar biasa dalam memainkan final ini. Tekanan ini adalah bagian dari sejarah Milan. Itu hal yang normal di klub-klub besar. Kami hanya harus fokus pada hari esok dan siap," ucap Sergio Conceicao.
Ini akan menjadi pertemuan ke-15 antara kedua tim di Coppa Italia. Milan memimpin dengan enam kemenangan berbanding empat kemenangan milik Bologna, sementara empat laga di antaranya berakhir imbang.
Setelah memenangkan Supercoppa Italiana, Milan juga dapat memenangkan dua trofi dalam satu musim untuk pertama kalinya sejak 2007-08, ketika mereka keluar sebagai juara Piala Super dan Piala Dunia Antarklub.
Mereka akan menghadapi laga ini setelah memenangkan empat pertandingan beruntun di semua kompetisi untuk pertama kalinya pada musim ini.
Terakhir kali Milan meraih setidaknya empat kemenangan beruntun adalah antara Maret dan April 2024 (tujuh kemenangan beruntun), dan Conceicao ingin melanjutkan momentum tersebut.
Bagi pria berusia 50 tahun ini, Stadio Olimpico Roma adalah wilayah yang tidak asing lagi, setelah membuat 103 penampilan di semua kompetisi untuk Lazio selama kariernya sebagai pemain.
"Stadion ini tentu saja memberikan saya kepuasan sebagai seorang pemain, namun itu adalah masa lalu,” ujar Conceicao.
“Besok, kami harus berada dalam kondisi terbaik melawan tim yang bertarung dalam setiap duel seperti itu adalah duel terakhir," imbuh dia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
