Trofi Piala Dunia. (Mike Egerton/PA Images)
JawaPos.com - Usulan untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 negara kian menuai penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola dunia. Setelah sebelumnya UEFA (Eropa) dan AFC (Asia) menyampaikan ketidaksetujuan, kini giliran CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) yang turut menentang ide tersebut.
Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, secara terbuka menyatakan bahwa rencana untuk memperluas jumlah tim di Piala Dunia 2030 tidak tepat. Ia menilai wacana ini belum tentu memberikan dampak positif, baik bagi turnamen maupun seluruh ekosistem sepak bola.
"Saya tidak percaya memperluas Piala Dunia putra menjadi 64 tim adalah langkah yang tepat untuk turnamen itu sendiri," kata Montagliani kepada ESPN.
"Dan ekosistem sepak bola yang lebih luas, dari tim nasional hingga kompetisi klub, liga, dan pemain," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA itu.
Gagasan agar Piala Dunia 2030 diikuti oleh 64 tim sebenarnya pertama kali diusulkan oleh Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez. Namun, ide tersebut belum mendapat dukungan luas.
Montagliani pun mengkritik bahwa wacana tersebut muncul di saat Piala Dunia 2026 dengan format 48 tim bahkan belum dimulai. Menurutnya, sebaiknya format baru itu diuji dulu sebelum kembali ditambah jumlah peserta.
Pada Piala Dunia 2026 nanti, yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, jumlah peserta memang sudah bertambah dari 32 menjadi 48 tim. Ini menjadi perubahan signifikan sejak edisi terakhir di Qatar 2022.
"Kami bahkan belum memulai Piala Dunia dengan format 48 tim yang baru. Jadi secara pribadi, saya rasa perluasan menjadi 64 tim tidak seharusnya menjadi pertimbangan," ungkap Montagliani lagi.
Piala Dunia 2030 sendiri akan menandai perayaan 100 tahun turnamen ini sejak pertama kali digelar pada 1930 di Uruguay. Untuk memperingati usia satu abad, kompetisi ini akan digelar di tiga negara, yakni Portugal, Spanyol, dan Maroko, dengan laga pembuka tetap akan dimainkan di Uruguay.
Dengan adanya penolakan dari berbagai pihak terhadap wacana 64 tim di Piala Dunia 2030, maka peluang negara-negara berkembang seperti Indonesia akan tetap bergantung pada performa di lapangan, bukan dari kuota tambahan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
