
Pelatih Timnas Italia Luciano Spalletti. (Dok. Azzurri)
JawaPos.com-Luciano Spalletti melihat sisi positif kekalahan Italia atas Jerman di UEFA Nations League. Dia melihat pasukannya tidak ada perbedaan besar dengan sang lawan dan optimistis Gli Azzurri bisa berbicara banyak di leg kedua.
Timnas Italia menyerah saat menjamu Jerman di leg pertama babak perempat final UEFA Nations League. Bermain di San Siro, Jumat (21/3) dini hari WIB, mereka kalah dengan skor 1-2.
Joshua Kimmich menjadi inspirasi kemenangan Jerman setelah kontribusi dua assistnya berhasil merobohkan tembok Italia usai dua umpannya tersebut berhasil dimanfaatkan oleh Tim Kleindienst dan Leon Goretzka.
Gli Azzurri memimpin terlebih dahulu saat Sandro Tonali berhasil membobol gawang Der Panzer ketika umpan dari Matteo Politano dibelokkan Moise Kean. Namun gelandang Newcastle United itu berlari dan langsung menyambarnya.
Penjaga gawang Oliver Baumann menjaga Jerman tetap dalam permainan setelah berhasil melakukan sejumlah penyelamatan dan membuat Kimmich menjadi pusat perhatian setelah turun minum. Kleindienst, yang dimasukkan pada awal babak kedua, melepaskan sundulan yang sanggup menaklukkan Gianluigi Donnarumma di menit ke-49.
Kimmich lagi-lagi memberikan umpan silang yang sama kepada Goretzka, namun sundulannya masih melebar pada menit ke-69. Sang gelandang melakukan sundulan berikutnya dengan tepat tujuh menit kemudian sekaligus menjadi gol penutup di laga tersebut.
Selepas pertandingan, pelatih Italia, Luciano Spalletti, menepis anggapan kekalahan yang didapat pasukannya di laga kali ini karena perbedaan kualitas dengan sang lawan.
"Tidak ada perbedaan (kualitas), itulah analisis yang didapat dari pertandingan ini. Ada perbedaan dalam insiden-insiden yang menentukan, karena mereka memanfaatkan kelebihan tinggi badan dan beberapa peluang yang mereka ciptakan, sementara kami tidak melakukan hal yang sama,” jawab sang pelatih.
"Ini adalah laga secara keseluruhan. Mempertimbangkan cara saya melihatnya, saya ucapkan selamat dan kami bisa melaju dan bermain untuk lolos di leg kedua,” imbuh dia.
Spalletti telah memperingatkan bahwa ia tidak ingin mimpi buruk yang terus berulang, yaitu kebobolan melalui situasi bola mati, menjadi hambatan psikologis bagi para pemain bertahannya.
“Kami tidak bisa terus membicarakannya. Jerman memiliki banyak tendangan sudut di babak pertama dan kami mampu bertahan dengan baik, namun mereka memiliki kekuatan ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Kami dapat merespons dengan karakteristik dan kualitas lainnya,” sambung Spalletti.
Sebuah tugas berat bagi Italia untuk membalikkan ketertinggalan 2-1 di leg pertama di tanah Jerman, namun sang pelatih percaya pada skuadnya.
“Tim ini memiliki karakter. Saya memuji para pemain saya di ruang ganti. Kami tidak kalah dalam permainan malam ini," ujar Spalletti.
"Saya tidak melihat mengapa kami tidak harus yakin bahwa kami dapat melakukan hal yang sama di sana. Jika kami ingin bersikap objektif, itulah yang kami lihat malam ini. Saya yakin kami bisa tampil bagus di sana, lalu kami akan mendiskusikannya setelah pertandingan,” sambung dia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
