Momen penalti kontroversial Julian Alvarez. (Florencia Tan Jun/Getty Images)
JawaPos.com - Pelatih Barcelona Hansi Flick menyampaikan rasa kasihan kepada striker Atletico Madrid, Julian Alvarez, setelah penaltinya secara kontroversial dianulir saat kalah adu penalti dari Real Madrid pada babak 16 besar leg kedua Liga Champions, Kamis (13/3).
Mantan penyerang Manchester City itu terpeleset saat menendang bola penaltinya. Tendangan Alvarez berhasil mengecoh Thibaut Courtois dan bersarang di bawah mistar gawang.
Tetapi, pemain Real Madrid melakukan protes, lalu wasit melakukan pemeriksaan ulang menggunakan VAR dengan mengungkapkan bahwa pemain baru Atletico itu secara tidak sengaja menendang bola dua kali, sehingga tendangannya dianulir.
Setelah kegagalan Lucas Vazquez sebagai eksekutor tendangan penalti Madrid setelah Alvarez, kemudian tendangan gelandang serba bisa Atletico, Marcos Llorente, juga melenceng. Kegagalan itu sebagai penentu pasukan Diego Simeone tersingkir dari Liga Champions.
Namun, fokus dari duel Derbi Madrid itu tetap tertuju pada keputusan kontroversial untuk menganulir tendangan Alvarez yang membuat seluruh pencinta sepak bola dunia heboh membicarakan hal tersebut.
Mengutip dari 90min, pelatih Barcelona Hansi Flick angkat bicara ketika ditanyai tentang kontroversi tersebut. Ia mengutarakannya sebelum Barcelona bertandang ke Stadion Metropolitano milik Los Rojiblancos pada Senin (17/3).
"Apa yang Anda ingin saya katakan? Itu sangat disayangkan. Saya merasa kasihan padanya (Alvarez). Dia salah satu pemain terbaik, pesepakbola yang fantastis, dan pencetak gol yang hebat."
“Saya merasa kasihan padanya, saya ulangi... tetapi saya tidak punya apa-apa lagi untuk dikatakan,” kata pelatih Argentina berusia 54 tahun itu dengan mengangkat bahunya.
UEFA telah merilis rekaman gerak lambat dari insiden tersebut yang tampaknya memperlihatkan kaki Alvarez yang berdiri menyentuh bola dengan lembut sebelum menyentuh bola dengan sepatu kanannya yang berayun.
Badan sepak bola Eropa bahkan menyarankan agar mereka membahas apakah peraturan di masa mendatang harus dibuat terhadap peraturan permainan. Namun, tidak ada yang dapat meredakan kemarahan yang masih membara dalam diri sang pelatih Atletico Diego Simeone.
Pertanyaan pertama yang diajukan dengan berani kepada pelatih Atletico yang terus terang minggu ini tentu saja tentang perdebatan penalti kontroversial tersebut.
"Biasanya saya akan menjawab 'Barcelona,' tetapi kali ini situasinya mengharuskan saya mengungkapkan perasaan marah. Namun, saya terus bekerja keras agar tim terus bersaing. Perasaan yang kita semua miliki saat ini adalah kemarahan dan ketidakadilan,” ujar Simeone.
Atletico mungkin tersingkir dari Liga Champions, tetapi mereka masih memiliki berpeluang untuk meraih gelar La Liga bersaing dengan Barcelona dan Real Madrid.
Kemenangan di kandang sendiri atas Blaugrana pada Senin (17/3) akan membawa klub ibu kota itu mengungguli tim tamu asal Catalan dalam persaingan ketat tiga tim untuk memperebutkan posisi teratas Liga Spanyol.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
