Pratama Arhan. (Instagram Arhan)
JawaPos.com - Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, akhirnya pindah dari Suwon FC setelah klub asal Korea Selatan tersebut tidak memperpanjang kontraknya.
Sempat dipenuhi spekulasi kemana Pratama Arhan akan berlabuh, ia akhirnya memilih kembali bermain abroad atau di luar negeri, yaitu di Liga Thailand bersama Bangkok United.
Dengan demikian, ia akan menjadi rival dari Asnawi Mangkualam, kompatriotnya di Timnas Indonesia yang bermain untuk Port FC. Namun, Asnawi sudah lebih dulu bermain di Liga Thailand.
Kepindahan Arhan ke Bangkok United tentunya dipenuhi harapan agar ia bisa mendapatkan menit bermain lebih banyak daripada di Suwon FC, yang hanya bermain di dua pertandingan, itupun masuk sebagai pemain pengganti.
Namun, istilah 'keluar dari kandang singa, masuk ke kandang buaya' tampaknya masih tetap berlaku bagi Arhan di Bangkok United, karena tantangan di klub kasta tertinggi Liga Thailand itu juga tidak kalah berat dibandingkan saat ia bermain untuk Suwon FC.
Pria asal Blora, Jawa Tengah, ini bisa bermain di tiga posisi, yaitu bek kiri sebagai posisi utamanya, lalu bek kanan dan juga sayap kiri. Namun, jika dilihat dari skuad Bangkok United, ketiga posisi itu sudah diisi oleh pemain andalan masing-masing.
Maka dari itu, agar bisa menembus tim utama, Arhan harus bisa menyingkirkan salah satu dari mereka. Misalnya jika ia ditempatkan di posisi terbaiknya saat ini, yaitu bek kiri, ia harus bisa menggeser posisi dua bek Timnas Thailand, yaitu Peerapat Notchaiya dan Wanchai Jarunongkran.
Peerapat Notchaiya merupakan bek kiri utama Bangkok United, di mana pada Liga Thailand musim ini, mengutip dari Transfermarkt, ia sudah memainkan 12 pertandingan dengan koleksi satu gol dan dua assist.
Bek kiri lainnya yaitu Wanchai Jarunongkran juga memiliki catatan bermain dalam 11 laga, namun ia belum mencetak gol maupun assist.
Bagaimana dengan posisi alternatif sebagai bek kanan? Di posisi tersebut sudah diisi oleh bek Timnas Thailand lainnya yaitu Nitipong Selanon. Ia sudah bermain sebanyak 14 laga dengan koleksi dua gol dan tiga assist.
Selain itu, masih ada juga Kritsada Nontharat yang bermain sebanyak 12 laga, namun belum mencetak gol dan juga assist.
Untuk posisi sayap kiri, Arhan harus bersaing dengan dua legiun asing yaitu Richairo Zivkovic dari Curacao dan Luka Adzic dari Serbia.
Performa Zivkovic sangat moncer, di mana ia memainkan 13 pertandingan dengan raihan enam gol dan tiga assist. Sedangkan Luca Adzic sudah bertanding dalam delapan, namun belum mencetak gol ataupun assist.
Dengan komposisi tersebut, harus diakui bahwa tantangan Pratama Arhan cukup berat untuk bersaing dengan para pemain timnas itu demi mengamankan satu pos di starting eleven.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
