
LARIS: Jersey Jordan Henderson di Ajax Amsterdam memecahkan rekor penjualan paling laris sepanjang sejarah klub. (sportbible)
JawaPos.com – Debut Jordan Henderson di Ajax Amsterdam bisa saja tertunda karena Brexit. Mantan pemain Liverpool itu sepertinya harus bersabar merumput bersama De Godenzonen.
Henderson harus melaluinya walau pemain internasional Inggris itu sudah menandatangani kontrak dengan klub raksasa Belanda awal pekan ini. Gelandang berusia 33 tahun itu menandatangani kontrak dua setengah tahun setelah kontraknya dengan Al Ettifaq diakhiri dengan persetujuan bersama.
Sayang, Henderson tak akan mengenakan nomor impiannya (14). Mantan kapten The Reds itu memilih nomor 6 bersama Ajax. Akan tetapi, penggemar Henderson harus bersabar menyaksikannya kembali bermain, terutama saat mengenakan seragam kebesaran putih dan merah milik De Godenzonen.
Fakta itu tak lepas dari aturan Brexit baru, yang berarti Ajax harus menunggu izin kerja disetujui sebelum Henderson bisa berlatih atau bermain dengan rekan satu tim barunya.
Brexit merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan bahwa Inggris Raya keluar dari keanggotaannya sebagai warga negara Eropa. Dan, Henderson merupakan warga negara Inggris, yang membuatnya harus mematuhi izin kerja di Belanda.
Meskipun tidak ada indikasi bahwa permohonan tersebut berlangsung secara instan, tapi Daily Mail mengatakan prosesnya bisa memakan waktu hingga dua minggu.
Hal itu akan membuat lulusan akademi Sunderland itu berada dalam ketidakpastian hingga pertandingan besar melawan pemimpin liga Eredivisie, PSV Eindhoven, pada 3 Februari mendatang.
Situasi itu tentu saja sangat disayangkan. Padahal, Pelatih John van't Schip sangat ingin memasukkan Henderson ke dalam timnya secepat mungkin.
Meski belum bermain bersama Ajax, Henderson telah memecahkan rekor bersama De Godenzonen. Fakta itu tak lepas dari jumlah penjualan jersey Henderson, di mana pihak klub mengklaim paling laris dalam sejarah klub.
Penjualan jersey Henderson melampaui pemegang rekor sebelumnya milik Dusan Tadic dan Daley Blind. Jersey Henderson terjual lebih banyak dalam 24 jam dibandingkan duo tersebut dalam seminggu.
Sumber klub berkomentar bahwa Ajax ‘jarang atau tidak pernah mengalami hal ini’ sebelumnya.
Yang jelas, kehadiran Henderson diharapkan membawa dampak signifikan. Tak hanya dari segi penjualan jersey saja, tapi prestasi mereka di lapangan.
Keinginan itu lantaran Ajax memulai musim dengan buruk dan mendapati diri mereka terancam degradasi sebelum pemecatan Maurice Steijn.
Beruntung enam kemenangan dalam delapan laga telah membuat mereka naik ke posisi kelima dalam klasemen Eredivisie musim ini - hanya tertinggal enam poin dari tim urutan ketiga FC Twente, yang menempati tempat terakhir kualifikasi Liga Champions.
"Sebagian karena cedera di tim, kami mencari seseorang yang bisa segera turun tangan. Jordan Henderson adalah tipe pemain seperti itu," kata Van't Schip setelah Henderson menandatangani kontrak.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
