
Manajer Liverpool Jurgen Klopp. Paul Ellis/AFP/Antara
JawaPos.com – Brighton & Hove Albion adalah mimpi buruk buat Liverpool FC musim ini.
Sudah dua kali pertemuan versus The Hoves (julukan Brighton & Hove Albion), anak asuh Jurgen Klopp itu tak pernah menang. Seri 3-3 (1/10) di matchweek ke-9 dan dihancurkan 0-3 di matchweek ke-20 (14/1).
Dan malam ini (29/1) Jordan Henderson dkk akan melakoni sekali lagi pertemuan melawan Brighton di putaran keempat Piala FA di The American Express Community Stadium (siaran langsung beIN Sports 3/Vidio pukul 20.30 WIB).
”Hal itu (kalah 0-3, Red) bagaikan pertunjukan horor buat kami. Kami harus berbenah, berubah, dan tentu bermain disiplin untuk pertemuan kali ini,” papar Klopp seperti dilansir Daily Mail kemarin (28/1).
Para pandit menganalisis kekalahan tiga gol dua pekan lalu dipicu kegagalan Klopp dalam berimprovisasi taktik. Formasi 4-3-3 digunakan Klopp saat itu.
Tetapi, mantan der trainer Borussia Dortmund tersebut menggunakan dua pivot Fabinho dan kapten Jordan Henderson.
Sedangkan Thiago Alcantara didorong untuk menopang trisula lini depan. Alhasil, dalam praktiknya, taktik The Reds (julukan Liverpool) menjadi 4-2-1-3.
Ide tersebut berakhir mengenaskan. Lini tengah Liverpool kalah total. Lini tengah gagal memberikan pasokan bola ke lini depan.
Whoscored mencatat peluang gol juara Liga Champions enam kali itu hanya enam kali. Brighton hampir tiga kali lebih banyak, 16 kali. Total passing Brighton 676 kali berbanding Liverpool 435 kali. Dominasi bola Brighton bahkan di angka 62 persen.
Berangkat dari statistik dan kegagalan taktik di pertemuan dua pekan lalu, pandit-pandit memperkirakan Thiago akan disisihkan. Sehingga Klopp akan ”setia” dengan 4-3-3 selama pertandingan.
Nah, lini kedua Brighton yang dimotori Solly March, Pascal Gross, dan Alexis Mac Allister masuk enam pemain dengan rating tertinggi Whoscored.
Sebenarnya ada Moises Caicedo. Tetapi, Caicedo kemarin dilaporkan Sky Sports tidak ikut berlatih lantaran ingin segera out dari Brighton.
Jangan lupakan adanya Adam Lallana di Brighton. Gelandang veteran tersebut bisa jadi kartu truf tactician Brighton Roberto De Zerbi.
Lallana sempat berkostum Liverpool pada 2014–2020. Pada dua pertemuan sebelumnya, pemain 34 tahun itu juga selalu dimainkan dengan total minute play 80 menit.
”Aku melihat Liverpool menerapkan taktik berbeda (dua pekan lalu, Red). Seketika aku mengatakan kepada De Zerbi untuk memainkanku dengan peran berbeda dari biasanya dan dia (De Zerbi) berkata tentu saja,” ungkap Lallana kepada Sussex Live.
Pemain dengan 34 caps bersama timnas Inggris itu mengatakan, De Zerbi adalah pelatih yang cerdas dan pandai membaca pertandingan.
Dan nilai plus lain dari De Zerbi, menurut Lallana, adalah eks pelatih US Sassuolo tersebut mau menerima masukan dari pemain soal taktik saat pertandingan berjalan atau ketika latihan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
