
Slovenian referee Slavko Vincic (R) gives a yellow card to Inter Milan
JawaPos.com-Jangankan lolos ke babak 16 besar Liga Champions, finis ketiga untuk melanjutkan kiprah di babak 32 besar Liga Europa pun gagal diraih Inter Milan. Gagal mengalahkan Shakhtar Donetsk di Stadio Giuseppe Meazza kemarin (10/12) membuat Inter finis sebagai juru kunci di grup B.
Kiprah di Eropa bagi klub yang musim lalu menjadi runner-up Liga Europa itu praktis berakhir. Inter tinggal berlaga di kompetisi domestik. Beban Nerazzurri semakin berat karena tuntutan scudetto Serie A seolah tak bisa lagi ditawar.
Terutama bagi allenatore Antonio Conte yang musim ini menjalani musim kedua. Logikanya, melaju hingga final Liga Europa dan runner-up Serie A musim lalu saja Conte menuai kritik. Apalagi dengan capaian buruk di Eropa musim ini.
Baca Juga: Usulkan Gambar Maradona di Pecahan Terbesar Mata Uang Argentina
Salah satu yang dikritik media-media Italia di laga kemarin adalah keputusan Conte menurunkan Nicolo Barella dalam starting XI meski tidak dalam kondisi fit. Padahal, masih ada Christian Eriksen. Tapi, sudah menjadi rahasia umum kalau Conte tidak cocok dengan Eriksen.
Performa Inter saat melawan Shakhtar juga membuat Conte terlibat friksi dengan pelatih veteran Italia Fabio Capello dan mantan bek timnas Italia sekaligus pemain seangkatan Conte, Alessandro Costacurta. Yakni, ketika Capello maupun Costacurta bertugas sebagai pandit Sky Italia yang terhubung dengan Conte via telewicara setelah pertandingan.
Conte tidak senang mendengar Capello yang menyebut Samir Handanovic dkk bermain tanpa determinasi sehingga layak gagal menang. ’’Dia (Capello) jangan asal bicara karena kami sudah bermain maksimal. Taktik Shakhtar (yang cenderung bertahan) juga berpengaruh,’’ ucap Conte.
’’Lalu, kenapa kamu tidak memiliki plan B ketika strategimu tidak berjalan dengan baik?’’ balas Capello. ’’Aku tentu punya plan B. Tapi, aku tidak akan mengungkapkannya di sini,’’ kelit Conte.
Sikap baper Conte turut membuat Costacurta kecewa. ’’Saya tidak suka dengan sikap teman saya, Conte. Tentu kami tidak akan berkata buruk kalau memang permainan timnya tidak buruk,’’ tutur pria yang pernah memenangkan lima gelar Liga Champions sebagai bek AC Milan itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022