
Andre-Pierre Gignac masih sangat membenci Paris Saint-Germain.
JawaPos.com - Striker gaek Prancis, Andre-Pierre Gignac, santer dikabarkan tegan dincar Paris Saint-Germain. Namun jawaban Gignac justru mengejutkan. Dia lebih memilih mati ketimbang harus berseragam PSG.
Belakangan, Gignac santer diisukan bakal dipinang PSG untuk menjadi pelapis Edinson Cavani. Namun, striker yang selama dua musim terakhir bermain untuk klub Meksiko Tigres UANL ini buru-buru membentengi diri.
“Saya sangat membenci Paris Saint-Germain. Saya lebih baik mati daripada bergabung dengan mereka. Meski PSG menawarkan uang hingga sepuluh kali lipat, saya tak akan pergi (ke sana),” tegas Gignac dalam wawancara dengan sebuah majalah Meksiko, seperti dilansir Marca.
Sebagai pemain yang besar bersama Olympique Marseille, Gignac memang menyimpan kebencian teramat besar kepada PSG. Seperti diketahui, rivalitas Marseille dan PSG terbilang sangat kental hingga duel kedua tim dijuluki Le Classique atau El Clasico-nya Prancis.
Gignac mengaku kebencian terhadap PSG sudah mengakar di tubuhnya. Bahkan, saat PSG dibantai 1-6 oleh Barcelona di Estadio Camp Nou pada leg kedua babak 16-besar Liga Champions, striker berusia 31 tahun itu langsung bersorak sangat kencang.
“Anda tak akan membayangkan bagaimana saya berteriak saat Barcelona mencetak gol keenam di Liga Champions. Istri saya sampai ketakutan,” kenangnya.
Karier Gignac sempat dianggap sudah habus saat memutuskan hijrah ke Meksiko pada 2015 saat tengah berada di atas bersama Marseille. Selama membela Marseille dalam lima musim, Gignac mencatat 77 gol dan 14 assists dari 186 penampilan di semua ajang.
Namun, penampilannya bersama Tigres pun mengilap. Pada musim perdana, dia mencatat 33 gol dan 5 assists dari 50 penampilan. Performa itu membawa Gignac masuk ke dalam skuat Timnas Prancis yang tampil pada Piala Eropa 2016.
“Saya punya perasaan bagus sejak awal (datang ke Tigres). Ketika membicarakan transfer dengan manajemen Tigres, saya merasakan hal yang berbeda. Saya datang dari budaya gipsi di Prancis, dan itu sangat membantu,” pungkas Gignac. (ira/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
