Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 April 2017 | 22.28 WIB

Lebih Baik Mati Daripada Harus Berkostum PSG

Andre-Pierre Gignac masih sangat membenci Paris Saint-Germain. - Image

Andre-Pierre Gignac masih sangat membenci Paris Saint-Germain.

JawaPos.com - Striker gaek Prancis, Andre-Pierre Gignac, santer dikabarkan tegan dincar Paris Saint-Germain. Namun jawaban Gignac justru mengejutkan. Dia lebih memilih mati ketimbang harus berseragam PSG.


Belakangan, Gignac santer diisukan bakal dipinang PSG untuk menjadi pelapis Edinson Cavani. Namun, striker yang selama dua musim terakhir bermain untuk klub Meksiko Tigres UANL ini buru-buru membentengi diri.


“Saya sangat membenci Paris Saint-Germain. Saya lebih baik mati daripada bergabung dengan mereka. Meski PSG menawarkan uang hingga sepuluh kali lipat, saya tak akan pergi (ke sana),” tegas Gignac dalam wawancara dengan sebuah majalah Meksiko, seperti dilansir Marca.


Sebagai pemain yang besar bersama Olympique Marseille, Gignac memang menyimpan kebencian teramat besar kepada PSG. Seperti diketahui, rivalitas Marseille dan PSG terbilang sangat kental hingga duel kedua tim dijuluki Le Classique atau El Clasico-nya Prancis.


Gignac mengaku kebencian terhadap PSG sudah mengakar di tubuhnya. Bahkan, saat PSG dibantai 1-6 oleh Barcelona di Estadio Camp Nou pada leg kedua babak 16-besar Liga Champions, striker berusia 31 tahun itu langsung bersorak sangat kencang.


“Anda tak akan membayangkan bagaimana saya berteriak saat Barcelona mencetak gol keenam di Liga Champions. Istri saya sampai ketakutan,” kenangnya.


Karier Gignac sempat dianggap sudah habus saat memutuskan hijrah ke Meksiko pada 2015 saat tengah berada di atas bersama Marseille. Selama membela Marseille dalam lima musim, Gignac mencatat 77 gol dan 14 assists dari 186 penampilan di semua ajang.


Namun, penampilannya bersama Tigres pun mengilap. Pada musim perdana, dia mencatat 33 gol dan 5 assists dari 50 penampilan. Performa itu membawa Gignac masuk ke dalam skuat Timnas Prancis yang tampil pada Piala Eropa 2016.


“Saya punya perasaan bagus sejak awal (datang ke Tigres). Ketika membicarakan transfer dengan manajemen Tigres, saya merasakan hal yang berbeda. Saya datang dari budaya gipsi di Prancis, dan itu sangat membantu,” pungkas Gignac. (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore