
Vinicius Junior mampu melewati laga sarat teror baginya dengan mencetak gol tunggal untuk Real Madrid di laga kontra Benfica. (Dok. Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com – Pelatih kepala Benfica, Jose Mourinho, dikritik oleh legenda AC Milan dan Real Madrid, Clarence Seedorf, setelah tampaknya menyiratkan bahwa Vinicius Junior telah memprovokasi pelecehan rasial dengan selebrasi golnya di pertandingan Liga Champions lalu.
Vinicius menuduh Gianluca Prestianni melakukan pelecehan rasial setelah ia mencetak gol pada menit ke-50. Hal ini menyebabkan pertandingan di Lisbon dihentikan selama 10 menit. Prestianni, yang tertangkap kamera menutupi mulutnya dengan jersey, diduga melontarkan kata rasis.
Penyerang berusia 20 tahun itu menghadapi potensi larangan bermain 10 pertandingan jika terbukti bersalah melakukan pelecehan rasial sesuai kode disiplin UEFA. Badan pengatur sepak bola Eropa telah menunjuk seorang penyelidik khusus untuk mengumpulkan bukti.
Mourinho berbicara dengan kedua pemain di lapangan selama jeda 10 menit setelah wasit memulai protokol anti-rasisme UEFA. Usai setelah pertandingan, dia berkata bahwa dia "tidak tahu" siapa yang sungguh-sungguh berkata jujur.
Ditanya apakah menurutnya Vinícius telah memprovokasi penonton tuan rumah dengan menari di dekat bendera sudut lapangan saat merayakan golnya, Mourinho berkata, "Dia seharusnya diangkat di pundak rekan-rekan setimnya, dan tidak mengganggu 60.000 orang di stadion ini."
Mourinho kemudian tampaknya merujuk pada banyak insiden pelecehan rasis dari penggemar yang dialami Vinícius dalam beberapa tahun terakhir di Spanyol, yang telah mengakibatkan penuntutan dan hukuman di pengadilan Spanyol. Pendapat itu memancing kemarahan Seedorf.
"Di berapa banyak stadion hal ini (pelecehan rasial) terjadi? Berapa banyak? Vinícius mencetak gol yang fantastis (pada pertandingan melawan Benfica). Mengapa dia tidak merayakan seperti Eusebio, Pele, atau Di Stefano?” buka sang legenda.
"Saya pikir dia membuat kesalahan besar hari ini dengan membenarkan pelecehan rasial dan saya tidak mengatakan itu yang terjadi hari ini tetapi dia menyebutkan sesuatu yang lebih dari hari ini,” tambah pria berpaspor Belanda ini.
"Dia mengatakan ke mana pun dia pergi hal-hal ini terjadi, jadi dia mengatakan tidak apa-apa ketika Vinícius memprovokasi Anda, bahwa tidak apa-apa untuk bersikap rasis dan saya pikir itu sangat salah. Kita tidak boleh, sekali pun, membenarkan pelecehan rasial," tutup Seedorf.
