Vinicius Junior mampu melewati laga sarat teror baginya dengan mencetak gol tunggal untuk Real Madrid di laga kontra Benfica. (Dok. Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com – Vinicius Junior jadi aktor di balik keberhasilan Real Madrid membungkam SL Benfica 1-0 di Estadio da Luz, Lisbon, kemarin (18/2). Vini bukan hanya mencetak gol penentu kemenangan (50’) dalam first leg playoff fase knockout Liga Champions tersebut. Wide attacker timnas Brasil itu sekaligus mampu melewati laga sarat teror baginya.
Teror dilakukan oleh kapten sekaligus bek tengah Benfica, Nicolas Otamendi. Bek tengah timnas Argentina itu memamerkan tato trofi juara Piala Dunia kepada Vini maupun skuad Real lainnya. Bukan hanya itu. Winger Benfica yang juga asal Argentina, Gianluca Prestianni, mengejek Vini dengan nada rasis (monyet).
’’Vini memberitahu kami bahwa dia (Prestianni) mengatakannya. Itu tidak bisa terjadi,’’ ungkap striker Real Kylian Mbappe seperti dilansir dari Movistar+.
Protokol Anti-Rasisme Diterapkan
Merasa jadi korban rasialis, Vini melaporkannya kepada wasit Francois Letexier asal Prancis. Letexier membentuk kedua lengannya dengan huruf X. Isyarat supaya laga tersebut dihentikan karena adanya ujaran rasis di lapangan. Protokol anti-rasisme pun diterapkan dalam laga tersebut.
Kini, tinggal menanti sanksi bagi Prestianni apabila investigasi UEFA menyatakan bahwa dia telah melakukan ujaran rasis. ’’Pemain nomor 25 (Prestianni) menyebut Vini sebagai monyet lima kali. Aku melihatnya. Seharusnya dia (Prestianni) tidak boleh bermain di Liga Champions musim ini lagi,’’ tegas Mbappe.
Sayang, ejekan Prestianni kepada Vini tidak terekam kamera TV lantaran pemain bersangkutan menutup mulutnya dengan jersey. ’’Mereka perlu menutup mulut mereka dengan bajunya untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,’’ sindir Vini.
Arbeloa Telah Belajar
Di luar kasus rasisme, Real akhirnya mampu membalas kekalahan 2-4 dalam matchday pemungkas fase league bulan lalu di stadion yang sama (29/1). Hal itu menunjukkan bahwa entrenador Real Alvaro Arbeloa telah belajar dari laga sebelumnya.
Kemarin, Arbeloa memainkan skema 4-4-2 ketimbang skema agresif 4-3-3 seperti bulan lalu. ”Kami bermain efektif dan mengancam dengan Kylian (Mbappe) dan Vini di depan. Kami perlu mempertahankan performa yang seperti ini di Bernabeu (second leg di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid, 26/2, Red),” tutur Arbeloa kepada Diario AS.
Sementara kapten sekaligus gelandang Real Federico Valverde menilai babak pertama jadi kunci kemenangan. Ketika kalah bulan lalu , Los Merengues – sebutan Real– tertinggal 1-2 saat turun minum. ”Sangat sulit bermain di sini. Babak pertama benar-benar sulit, tetapi kami memainkan permainan yang solid. Kami memenangkan duel dan pantang menyerah dalam merebut bola,” bebernya seperti dilansir dari Marca.
KASUS RASISME YANG PERNAH DIALAMI VINI
Oktober 2021
Jornada kesembilan LALIGA vs FC Barcelona (Camp Nou)
Salah satu insiden awal yang dilaporkan ke LALIGA, termasuk chant rasis dan lemparan benda. Investigasi dilakukan tapi pelaku tidak teridentifikasi.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
