
Bek Inter Milan Alessandro Bastoni. (Dok. Alessandro Bastoni)
JawaPos.com – Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, telah menanggapi sikapnya dalam kartu merah kontroversial yang diterima bek Juventus, Pierre Kalulu, dalam Derby d'Italia pada Minggu (15/2). Ia meminta maaf karena merayakan kartu merah tersebut.
Kalulu diusir keluar lapangan karena kartu kuning kedua di akhir babak pertama setelah wasit Federico La Penna menilai bahwa pemain internasional Prancis itu telah menarik Bastoni dalam perebutan bola 50/50.
Saat bek Bianconeri bereaksi dengan rasa tidak percaya terhadap keputusan tersebut, Bastoni mengepalkan tinjunya sebagai tanda perayaan atas kartu kuning kedua yang memancing pendapat dari berbagai pihak.
Inter kemudian mengalahkan rival mereka 3-2 dengan gol di waktu tambahan dan direktur sepak bola Bianconeri, Giorgio Chiellini, dan CEO klub, Damien Comolli, kemudian melancarkan kritik terhadap keputusan wasit, dengan menyebut "tidak dapat diterima" dan "memalukan."
Bastoni membahas insiden tersebut untuk pertama kalinya selama konferensi pers pada Selasa (17/2) waktu menjelang leg pertama babak play-off Liga Champions Inter melawan Bodo/Glimt di Stadion Aspmyra, Norwegia.
"Saya ingin memberikan versi (pendapat) saya tentang apa yang terjadi pada Sabtu malam, karena saya merasa perlu menjelaskan bagaimana saya melihat insiden tersebut," ujar Bastoni kepada wartawan.
"Saya melebih-lebihkan jatuhnya saya begitu saya merasakan kontak dengan Kalulu untuk mencoba mendapatkan pelanggaran, tetapi saya harus meminta maaf atas reaksi saya setelahnya karena itu tidak menyenangkan untuk dilihat, meskipun itu sangat manusiawi."
"Saya terbawa suasana dan intensitas pertandingan sepenting itu. Saya menyesal hal itu terjadi seperti itu. Saya pikir sudah tepat untuk bertanggung jawab, tetapi karakter dan karier saya tidak seharusnya dipertanyakan."
"Saya telah memainkan lebih dari 300 pertandingan profesional. Saya tidak menyangka akan ada begitu banyak kehebohan (pendapat) di sekitarnya (berbagai pihak) saya telah melihat banyak kemunafikan dan mendengar orang-orang mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal."
“Saya berterima kasih kepada mereka yang berkomentar dengan adil, mengatakan bahwa saya melakukan kesalahan tanpa mengutuk karakter saya," lengkap bek internasional Italia berusia 26 tahun itu.
Bastoni juga mengungkapkan bahwa ia telah menerima ancaman kematian menyusul kontroversi seputar insiden tersebut termasuk istri dan anak perempuannya yang tidak mengetahui apapun.
"Secara pribadi, hal itu tidak terlalu memengaruhi saya, aku (hanya) terpapar pengawasan media seperti ini, jadi saya sudah terbiasa dan mampu mengatasinya. Saya lebih merasa kasihan pada istri dan putri saya, yang belum mengerti (soal kejadian ini)," lanjutnya.
"Menerima ancaman kematian tidak dapat diterima. Saya turut prihatin untuknya, dan juga untuk wasit La Penna, yang berada dalam situasi yang sama, mereka seharusnya tidak mengalami hal semacam ini,” pungkas Bastoni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022