Pelatih Benfica Jose Mourinho. (Istimewa)
JawaPos.com - Jelang leg pertama babak gugur Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid, Jose Mourinho tampil santai namun penuh ambisi.
Melansir Managing Madrid, di hadapan media, pelatih asal Portugal itu tak menutup-nutupi hasratnya: ia ingin menyingkirkan mantan klubnya dari kompetisi Eropa.
Namun sebelum membahas laga panas tersebut, Mourinho lebih dulu meredam spekulasi yang kembali mengaitkannya dengan Real Madrid dan presidennya, Florentino Perez.
“Saya tidak ingin memicu cerita yang tidak ada. Ya, tentu saja, Anda bisa menolak Florentino. Saya telah memberikan segalanya untuk Real Madrid. Saya melakukan hal-hal baik dan buruk, tetapi saya telah memberikan yang terbaik,” kenang Mourinho.
Ia juga menambahkan bahwa dalam menangani sebuah tim, Mourinho tidak pernah bertindak setengah-setengah. Begitupun ketika meninggalkan tim tersebut.
“Perasaan saya adalah saya telah memberikan segalanya, dan orang-orang menghormati saya karena itu, dengan keberhasilan dan kesalahan saya.”
“Tetapi saya tidak ingin memicu cerita yang tidak ada. Realitanya adalah saya masih memiliki satu tahun lagi bersama Benfica, dengan klausul yang sangat mudah untuk diakhiri oleh kedua belah pihak.”
“Tidak ada lagi yang tersisa dengan Real Madrid. Saya benar-benar ingin meninggalkan Real Madrid, dan agar Arbeloa memenangkan La Liga dan tetap bersama Real Madrid untuk waktu yang lama. Dia adalah pria yang hebat dan dia pantas mendapatkannya,”
Mourinho juga mengungkapkan bahwa komunikasi terakhirnya dengan Perez terjadi saat ia resmi menandatangani kontrak bersama Benfica.
“Terakhir kali saya dan Florentino berbicara adalah ketika saya menandatangani kontrak dengan Benfica, dan dia memberi selamat kepada saya. Saya harap dia datang besok. Kami memiliki persahabatan yang hebat, tidak perlu menyembunyikannya…”
“Presiden dan José Ángel memberi tahu saya ketika saya pergi bahwa saya melakukannya tepat ketika masa-masa indah akan datang, masa-masa mudah, bahwa saya telah melakukan kerja keras.”
“Tapi saya pikir itu adalah saat yang tepat, karena keluarga saya adalah prioritas utama. Itu bahkan merupakan masa yang penuh gejolak, tetapi apa yang terjadi setelahnya adalah berkat mereka yang ada di sana, bukan karena saya sama sekali.”
Ia pun menegaskan bahwa dirinya pergi dari Madrid atas kemauan sendiri, sesuatu yang jarang terjadi di klub sebesar itu.
“Saya mungkin salah satu dari sedikit pelatih yang meninggalkan Real Madrid tanpa dipecat. Jika Anda pergi atas kemauan sendiri, Anda pergi dengan hati nurani yang bersih. Saya harap mereka melupakan saya dan fokus membantu tim mereka lolos kualifikasi. Tidak lebih dari itu.”

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
